Ahlan wa Sahlan

" Selamat Datang di Blog Manto Abu Ihsan,...Silahkan kunjungi juga ke www.mantoakg.alazka.org

Manto Abu Ihsan " Hadir untuk perubahan"

Manto Abu Ihsan " Hadir untuk perubahan"
H.Sumanto, M.Pd : " Siap membantu dalam kegiatan Motivation Building, Spiritual Power, Get Big Spirit and Character Building."

Tuesday, December 1, 2009


குஞ்சுங்கன் கேர்ச கே இஸ்லாமிக் இன்டர்நேஷனல் ஸ்கூல் Singaoure

Saturday, June 6, 2009

Artikel

Karekteristik Ayah

1. Keteladanan
Suatu pagi, saya terperanjat ketika melihat cara putriku memakai sepatunya. Ia langsung memasukkan kakinya ke dalam sepatu tanpa melepas talinya. Rupanya selama ini ia memperhatikan bagaimana cara saya memakai sepatu. Karena malas membuka simpul tali sepatu, sering kali saya langsung memakainya tanpa membuka dan mengikat simpul tali sepatu.� Saya berusaha melarangnya dengan memberikan penjelasan bhw cara memakai sepatu seperti itu bisa mengakibatkan sepatu cepat rusak.� Namun hasilnya nihil. Ini merupakan satu contoh nyata bhw anak, terutama pada usia dini, mudah sekali mencontoh orangtuanya.� Tidak perduli apakah itu benar atau salah. Nasehat kita tidak ada manfaatnya, jika kita tetap melakukan apa yang kita larang.�
Apakah kita sudah memberikan teladan yang terbaik kepada anak-anak kita? Apakah kita lebih sering nonton TV dibandingkan membaca Al-Quran atau buku lain yang bermanfaat? Apakah kita lebih sering makan sambil jalan dan berdiri dibandingkan sambil duduk dengan membaca Basmallah? Apakah kita sholat terlambat dengan tergesa-gesa dibandingkan sholat tepat waktu? Apakah bacaan surat kita itu-itu saja?
Allah SWT berfirman dalam surat ash-shaff 61:2-3:
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?� Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. "
Allah SWT juga mengingatkan untuk tidak bertingkah laku seperti Bani Israil dalam firmanNya dalam surat Al-Baqoroh 2:44
"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?"
2. Kasih Sayang dan Cinta
Kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang yang tulus merupakan dasar penting bagi pendidikan anak.� Anak-anak usia dini tidak tahu apa namanya, tapi dengan fitrahnya mereka bisa merasakannya.� Lihatlah bagaimana riangnya sorot mata dan gerakan tangan serta kaki seorang bayi ketika ibunya akan mendekap dan menyusuinya dengan penuh kasih sayang.� Bayi kecilpun sudah mampu menangkap raut wajah yang selalu memberikan kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang dengan tulus, apalagi mereka yang sudah lebih besar.�
Dia berkata: "Aku sedang berada di dekat Rasulullah SAW.� Pada saat itu aku melihat al-Hasan dan al-Husein sedang digendong beliau.� Salah seorang diantara keduanya kencing di dada dan perut beliau.� Air kencingnya mengucur, lalu aku mendekati beliau.� Rasulullah SAW bersabda, 'Biarkan kedua anakku, jangan kau ganggu mereka sampai ia selesai melepaskan hajatnya.'� Kemudian Rasulullah SAW membawakan air." Dalam riwayat lain dikatakan, 'Jangan membuatnya tergesa-gesa melepaskan hajatnya.'
Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita ungkapkan kecintaan kita yang tulus kepada anak-anak kita hari ini?
3. Adil
Siapa yang belum pernah dengar kata sibling rivalry dan favoritism? Jika belum dengar, maka ketahuilah! Siapa tahu kita termasuk orang yang telah melakukannya.� Seringkali kita terjebak oleh perasaan kita sehingga kita tidak berlaku adil, misalnya karena anak kita yang satu lebih penurut dibandingkan anak yang lain atau karena kita lebih suka anak perempuan daripada anak laki-laki dll.
Rasulullah SAW bersabda: "Berlaku adillah kamu di antara anak-anakmu dalam pemberian." (HR Bukhari)
Masalah keadilan ini dikedepankan untuk mencegah timbulnya kedengkian diantara saudara.� Para ahli peneliti pendidikan anak berkesimpulan bahwa faktor paling dominan yang menimbulkan rasa hasad/ dengki dalam diri anak adalah adanya pengutamaan saudara yang satu di antara saudara yang lainnya.
Anak sangat peka terhadap perubahan perilaku terhadap dirinya.� Jika kita lepas kontrol, sesegera mungkin untuk memperbaiki, karena anak yang diperlakukan tidak adil bisa menempuh jalan permusuhan dengan saudaranya atau mengasingkan diri (menutup diri dan rendah diri).
4. Pergaulan dan Komunikasi
Seringkali kita berada dalam satu ruangan dengan anak-anak, tapi kita tidak bergaul dan berkomunikasi dengan mereka.� Kita asyiik membaca koran, mereka asyiik main video game, atau nonton TV.
Banyak ahadith yang menggambarkan bagaimana kedekatan pergaulan Rasulullah SAW dengan anak-anak dan remaja.� Beliau bercanda dan bermain dengan mereka.
Begitu pula dengan buku bacaan dan permainan lainnya.� Repotnya ada sebagian ayah yang tidak mau berkumpul dengan anak-anak, terutama yang menjelang dewasa karena takut� kehilangan wibawa atau kharismanya.� Ini pandangan yang keliru.� Yang lebih tepat adalah kita jaga keseimbangan, artinya kita tidak boleh terlalu kaku� dalam memegang kekuasaan dan kharisma, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar.
5. Bijaksana Dalam Membimbing
Rasulullah SAW bersabda: "... Binasalah orang-orang yang berlebihan ..."�� (HR Muslim).�
Jadi metoda yang paling bijaksana dalam mendidik dan mengarahkan anak adalah yang konsisten dan� pertengahan - seimbang, yakni tidak membebaskan anak sebebas-bebasnya dan tidak mengekangnya; jangan terlalu sering menyanjung, namun juga jangan terlalu sering mencelanya. Bila ayah memerintahkan sesuatu kepada anaknya, hendaknya ayah melakukannya dengan hikmah, penuh kasih sayang, dan tidak lupa membumbuinya dengan canda seperlunya.� Jelaskan hikmah dan manfaatnya, sehingga anak termotivasi untuk melakukannya.� Jangan lupa juga untuk memperhatikan kondisi anak dalam melaksanakan perintah atau aturan tersebut.
Imam Ibnu al-Jauzi mengatakan bahwa melatih pribadi perlu kelembutan, tahapan dari kondisi yang satu ke kondisi yang lain, tidak menerapkan kekerasan, dan berpegang pada prinsip pencampuran antara rayuan dan ancaman.
6. Berdoa
Para nabi selalu berdoa dan memohon pertolongan Allah untuk kebaikan keturunannya.
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. " (Ibrahim:35) "Segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan kepadaku di hari� tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (Ibrahim:39- 40)

Friday, March 27, 2009

Artikel

Cara Pria Mengungkapkan Rasa

Berbagi adalah cara kita mengurangi beban perasaan. But please, jangan buru-buru mencapnya tidak bisa berempati bila reaksi si dia tidak sesuai harapan. Fakta2 di bawah ini akan membantu Anda2 para wanita untuk memahami isi hati pasangan anda.
1. SUSAH NGOMONG Memang susah meminta lelaki bicara. Ia sebenarnya berbicara seperti Anda, namun sayang lawan bicaranya bukan Anda, melainkan dirinya sendiri. Gaya bicara perempuan dan lelaki memang beda. Perempuan bicara di luar kepala, artinya orang lain bisa mendengar. Sementara lelaki berbicara di dalam kepalanya, artinya tidak ada yang tahu ataupun mengerti selain dirinya sendiri. Pantas…
2. STRES = BUNGKAM Lelaki tak memiliki wilayah otak yang kuat untuk berbicara. Itu sebabnya, ketika sedang merasa tertekan, mereka lebih memilih bungkam dan berhenti bicara. Ia akan menggunakan otak kanannya untuk mencari solusi dan mengunci otak kirinya yang berfungsi mendengar atau berbicara di saat yang bersamaan.
3. MAIN JADI PELARIAN Lelaki yang merasa tertekan biasanya akan mengundang atau mengajak lelaki lain untuk melakukan sesuatu seperti bermain golf, games, atau mengutak-atik mobil. Sambil menikmati permainan, mereka menguras otak kanannya untuk memecahkan masalah. Kok? Bagi mereka dengan merangsang wilayah kecakapan spesialnya (kemampuan menggambarkan bentuk, koordinat, proporsi dan geografis objek dalam pikiran) akan mempercepat penyelesaian masalah.
4. TAK TAHAN KELUHAN Sejak kecil, mereka dididik untuk menyembunyikan kelemahannya. Tegar dan memiliki kemampuan mengontrol emosi, itulah bayangan mereka tentang lelaki sejati. Tidak mengherankan apabila pada akhirnya mereka kurang memiliki toleransi terhadap keluhan, apalagi rengekan. Jika pasangannya mengeluh, ia merasa harus membantu. Jika frekuensi keluhan pasangannya sangat tinggi, maka ia akan merasa gagal membahagiakan pasangannya. Akibatnya, dia akan menarik diri dari kehidupan Anda.
5. SULIT MENANGIS Hati boleh teriris-iris, tapi menangis di depan Anda? No way! Sejak kecil lingkungan sudah melarang mereka untuk menangis. Memori ini membekas di kepala hingga dewasa. Lelaki akan benar-benar menangis hanya ketika mereka membuka segmen emosi yang ada di dalam otak. Sayangnya segmen tersebut jarang dibuka dan mereka lupa kuncinya. Akibatnya, mereka nyaris tak pernah meneteskan air mata di depan publik. Mungkin hanya laki-laki dalam sinetron saja yang royal air mata.
6. PANTANG UNGKAP PERASAAN Anda mungkin selalu bertanya-tanya, mengapa laki-laki selalu ingin tampil gagah? Mengapa ia tidak bisa sedikit saja menunjukkan pada Anda bagaimana perasaannya. Sekali lagi, itulah pria. Ketika marah atau bingung, ia lebih memilih untuk menahannya sendiri dan mengasingkan diri.
7. Mr. PENGENDALI EMOSI Pria akrab dengan emosi yang ditekan, kemarahan yang tidak terpecahkan, dan ketidak mampuan menyatakan perasaannya. Anak lelaki melihat karakteristik lelaki sejati dengan keberhasilan materi, ketenangan, kekuatan fisik dan psikologi. Lelaki jantan dalam pandangan mereka adalah pakar dalam mengendalikan diri.
8. GENGSI CURHAT Jika perempuan dapat dengan mudah curhat kepada teman perempuannya, lelaki merasa gengsi untuk bercerita tentang masalah pribadi dengan teman sesamanya. Memang kedengarannya aneh, tapi mereka menganggap teman sejenisnya sebagai saingan dan ia merasa tak nyaman menceritakan kelemahannya. Kalaupun ia akan menceritakan, ia akan lari ke teman perempuan. Jika di dunia ini sudah tak ada lagi perempuan, barulah mereka akan bicara pada teman lelakinya.
9. BENCI DIKASIHANI Ketika Anda melihat wajah kekasih Anda kecewa, sedih atau bete, tentu Anda ingin segera membantunya. Tapi, jangan coba-coba melakukan ini jika ia tidak minta bantuan. Niat baik perempuan untuk membantu lelaki yang sedang bermasalah tidak selalu positif. Karena umunya bantuan perempuan akan membuat dia merasa tertekan. Ia akan merasa kemampuannya dipertanyakan.
10. CEPAT MELUPAKAN MASALAH Anda mungkin seringkali bertengkar dengan pasangan. Terkadang bukan pertengkarannya yang bikin dongkol, tapi babak setelah pertengkaran itu terjadi. Gimana nggak sebel, Anda masih sakit hati, eh dia bersikap seolah tidak perduli. Mereka bukannya sok tidak peduli, tapi mereka tidak sadar bahwa perasaan Anda terluka, atau menganggap persoalan telah selesai. Lelaki memang sulit memahami sakit hati Anda karena perasaannya tidak terlalu peka. Ia menganggap kata-kata yang dilontarkannya saat bertengkar tidak menyinggung perasaan Anda sama sekali.