Manusia adalah makhluk Allah swt. yang diciptakan dari tanah (at-turab) dan ruh. Allah swt. membekalinya dengan hati, akal, dan jasad sehingga manusia memiliki tekad (al-‘azmu), ilmu dan amal. Dengan berbekal ketiganya manusia diberi amanah oleh Allah swt., sebuah amanah yang makhluk-makhluk lain yang jauh lebih besar dari manusia, seperti langit, bumi dan gunung-gunung, menolak untuk menerimanya (Al-Ahzab: 72). Amanah yang diterima manusia berupa ibadah (Adz-Dzariyat: 56) yang merupakan tujuan penciptaannya dan khilafah (Al-Baqarah: 30) yang merupakan fungsi manusia di dunia. Kedua amanah ini kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir.
Sesungguhnya manusia hidup bukan hanya di dunia saja, tetapi telah menjalani kehidupan lain sebelum ke dunia dan akan menjalani kehidupan lainnya lagi setelah di dunia. Itulah tahapan-tahapan kehidupan manusia. Allah swt. berfirman:
كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati(1), lalu Allah menghidupkan kamu(2), kemudian kamu dimatikan(3) dan dihidupkan-Nya kembali(4), kemudian kepada-Nya-lah kamu(5).” (Al-Baqarah: 28)
Alam Kubur (Al-Barzakh)
Alam kubur disebut juga alam barzakh (dinding), karena kubur adalah dinding yang memisahkan antara dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur’an kata “barzakh” disebut di tiga ayat, yaitu Al-Mu’minuun: 100, Al-Furqaan: 53, dan Ar-Rahmaan: 20. Barzakh yang bermakna kubur terdapat pada surat Al-Mu’minuun: 100. Allah swt. berfirman, “Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” Sedangkan surat Al-Qurqaan: 53 dan Ar-Rahmaan: 20 berkaitan dengan dinding pemisah antara dua lautan.
Allah swt. banyak menyebutkan tentang kubur di dalam Al-Qur’an baik secara eksplisit maupun implisit, begitu pula Rasulullah saw. di dalam haditsnya yang mulia. Firman Allah swt. tentang alam kubur:
“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7)
“Dan tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (Faathir: 22)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.” (Al-Mumtahanah: 13)
“Pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala.” (70:43)
“Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur.” (‘Abasa: 21)
“Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur.” (Al-’Aadiyat: 9)
“Sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (At-Takaatsur: 2)
“Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.” (Al-Israa’: 52)
“Dan janganlah sekali-kali kamu menshalati (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (At-Taubah: 84)
“Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (Al-Mu’minuun: 16)
“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?” (An-Naml: 67)
“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (az-Zukhruuf: 11)
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang dari kamu berada dalam keadaan tasyahhud, maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa: yang bermaksud: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari siksaan Neraka Jahannam, dari siksa Kubur, dari fitnah semasa hidup dan selepas mati serta dari kejahatan fitnah Dajjal.”
Dalam Lu’lu’ wal Marjan hadits no. 1822 – 1826 disebutkan sabda Nabi saw., “Sesungguhnya seorang jika mati, diperlihatkan kepadanya tempatnya tiap pagi dan sore. Jika ahli surga, maka diperlihatkan surga, dan bila ia ahli nereka (maka diperlihatkan neraka). Maka diberitahu: Itulah tempatmu kelak jika Allah membangkitkanmu di hari kiamat.” (Bukhari dan Muslim)
“Nabi saw. keluar ketika matahari hampir terbenam, lalu beliau mendengar suara, maka bersabda: Orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya.” (Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya seorang hamba jika diletakkan dalam kuburnya dan ditinggal oleh kawan-kawannya, maka didatangi dua malaikat, lalu mendudukannya keduanya dan menanyakan: Apakah pendapatmu terhadap orang itu (Muhammad saw.)? Adapun orang beriman maka menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah dan utusanNya.’ Lalu diberitahu: Lihatlah tempatmu di api neraka, Allah telah mengganti untukmu tempat di sorga, lalu dapat melihat keduanya.” (Bukhari dan Muslim)
“Seorang mukmin jika didudukkan dalam kuburnya, didatangi dua malaikat, kemudian dia mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah’ maka itulah arti firman Allah, ‘Allah akan menetapkan orang yang beriman dengan kalimat yang kokoh (Ibrahim: 27)’.” (Bukhari dan Muslim)
“Ketika selesai Perang Badr, Nabi saw. menyuruh supaya melemparkan dua puluh empat tokoh Quraisy dalam satu sumur di Badr yang sudah rusak. Dan biasanya Nabi saw. jika menang pada suatu kaum maka tinggal di lapangan selama tiga hari, dan pada hari ketiga seusai Perang Badr itu, Nabi saw. menyuruh mempersiapkan kendaraannya, dan ketika sudah selesai beliau berjalan dan diikuti oleh sahabatnya, yang mengira Nabi akan berhajat. Tiba-tiba beliau berdiri di tepi sumur lalu memanggil nama-nama tokoh-tokoh Quraisy itu: Ya Fulan bin Fulan, ya Fulan bin Fulan, apakah kalian suka sekiranya kalian taat kepada Allah dan Rasulullah, sebab kami telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhan kami itu benar, apakah kalian juga merasakan apa yang dijanjikan Tuhanmu itu benar? Maka Nabi ditegur oleh Umar: Ya Rasulallah, mengapakah engkau bicara dengan jasad yang tidak bernyawa? Jawab Nabi: Demi Allah yang jiwaku di TanganNya, kalian tidak lebih mendengar terhadap suaraku ini dari mereka.” (Bukhari dan Muslim)
" Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka berusaha mengubah nasib dirinya sendiri "
Ahlan wa Sahlan
" Selamat Datang di Blog Manto Abu Ihsan,...Silahkan kunjungi juga ke www.mantoakg.alazka.org
Manto Abu Ihsan " Hadir untuk perubahan"
Thursday, October 7, 2010
Monday, September 27, 2010
8 Karakteristik Orang Sukses
Tujuan hidup dan arti kesuksesan memang tidak sama bagi setiap orang. Namun, yang pasti kita semua memiliki mimpi untuk dicapai dalam hidup. Seperti apakah ciri-ciri orang sukses yang mencapai tujuannya dalam hidup?
Bahagia dan optimisme
Ada sebagian orang yang percaya bahwa uang bisa membawa kebahagiaan. Ketika Anda sudah hidup nyaman, uang yang lebih banyak tak akan membeli lebih banyak kebahagiaan. Justru kebalikannya, kebahagiaan mengarah ke datangnya uang dan sukses, begitu pun dengan optimisme. Kedua hal tersebut membantu Anda untuk mengatasi masalah, menemukan ide, dan mengambil konsekuensi menjadi pertimbangan, serta kembali lagi ketika Anda melewati hal tersebut untuk pertama kalinya.
Ketahanan
Mereka yang berhasil keluar dari situasi keuangan yang buruk dan berhasil kembali mandiri pasti memiliki daya tahan yang kuat. Jika ada kejadian buruk, misal: pemutusan hubungan kerja, kondisi keluarga, atau apa pun yang memngaruhi keuangan mereka, jangan memungkiri dan menutup mata. Namun, hal tersebut bisa membantu mengubah fokus menjadi suatu hal yang bisa diputar dan membantu diri mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuatan untuk berubah. Ketahanan bukanlah hal yang diturunkan lewat gen, melainkan harus dipelajari.
Keterikatan
Anda sebagai orang Indonesia pasti mengerti bahwa keterikatan dan perbanyak jaringan adalah hal yang sangat penting. Makin banyak jaringan yang Anda kenal, makin dekat Anda dengan mereka, makin mungkin pula kemungkinan mereka akan membantu Anda ketika menghadapi masalah, khususnya masalah keuangan.
Gairah
Gairah adalah elemen kunci yang menggerakkan seseorang dari kesulitan keuangan ke kesuksesan keuangan. Mereka yang sukses biasanya memang memiliki gairah pada hal yang mereka kerjakan. Mereka tahu apa yang mendorong mereka bekerja dan meraih hal-hal yang ingin mereka gapai. Tak semua orang beruntung bekerja di bidang yang mereka cintai. Namun, ada kalanya kita harus belajar untuk mencintai pekerjaan kita.
Intuisi
Selama bertahun-tahun, otak kita menciptakan semacam pola mencerna informasi, misal, jika suatu hal terjadi, maka akan ada kejadian selanjutnya yang mengikuti. Hal itulah yang menjadi semacam intuisi dalam diri kita. Maka dari itu, makin banyak pengalaman, meski bukan hal yang baik sekali pun, bisa jadi pengalaman dan pelajaran, serta membantu kita menciptakan intuisi ini.
Kebiasaan berhemat
Ya, kita bisa lihat beberapa miliarder atau orang yang memiliki kekayaan berlimpah memiliki barang-barang yang mahal dan senang menghamburkan uang. Tetapi, tak semuanya begitu, lho. Justru ada sebagian orang yang justru senang menabung.
Berinvestasi
Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Robert T Kiyosaki menekankan agar uang yang bekerja untuk Anda dan jangan biarkan Anda bekerja keras untuk uang. Tentunya, bagi yang ingin memastikan keuangannya tetap aman, mereka perlu memastikan untuk tetap menjaga keuangannya dengan berinvestasi dengan bijak.
Rasa syukur
Pernah mendengar karma? Ya, mereka yang berbuat baik akan menuai kebaikan, begitu pun sebaliknya. Tak heran, bagi yang sudah mencapai kesuksesan, mereka senang membagi apa yang mereka punya kepada mereka yang membutuhkan. Ingat Oprah yang senang membuat orang lain bahagia dengan membantu mereka? Ketika Anda merasa bosan dengan pekerjaan, cobalah untuk memandang pekerjaan tersebut sebagai sebuah hadiah untuk Anda, dan coba pikirkan seperti apa hidup Anda jika tak memiliki pekerjaan itu.
Bahagia dan optimisme
Ada sebagian orang yang percaya bahwa uang bisa membawa kebahagiaan. Ketika Anda sudah hidup nyaman, uang yang lebih banyak tak akan membeli lebih banyak kebahagiaan. Justru kebalikannya, kebahagiaan mengarah ke datangnya uang dan sukses, begitu pun dengan optimisme. Kedua hal tersebut membantu Anda untuk mengatasi masalah, menemukan ide, dan mengambil konsekuensi menjadi pertimbangan, serta kembali lagi ketika Anda melewati hal tersebut untuk pertama kalinya.
Ketahanan
Mereka yang berhasil keluar dari situasi keuangan yang buruk dan berhasil kembali mandiri pasti memiliki daya tahan yang kuat. Jika ada kejadian buruk, misal: pemutusan hubungan kerja, kondisi keluarga, atau apa pun yang memngaruhi keuangan mereka, jangan memungkiri dan menutup mata. Namun, hal tersebut bisa membantu mengubah fokus menjadi suatu hal yang bisa diputar dan membantu diri mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuatan untuk berubah. Ketahanan bukanlah hal yang diturunkan lewat gen, melainkan harus dipelajari.
Keterikatan
Anda sebagai orang Indonesia pasti mengerti bahwa keterikatan dan perbanyak jaringan adalah hal yang sangat penting. Makin banyak jaringan yang Anda kenal, makin dekat Anda dengan mereka, makin mungkin pula kemungkinan mereka akan membantu Anda ketika menghadapi masalah, khususnya masalah keuangan.
Gairah
Gairah adalah elemen kunci yang menggerakkan seseorang dari kesulitan keuangan ke kesuksesan keuangan. Mereka yang sukses biasanya memang memiliki gairah pada hal yang mereka kerjakan. Mereka tahu apa yang mendorong mereka bekerja dan meraih hal-hal yang ingin mereka gapai. Tak semua orang beruntung bekerja di bidang yang mereka cintai. Namun, ada kalanya kita harus belajar untuk mencintai pekerjaan kita.
Intuisi
Selama bertahun-tahun, otak kita menciptakan semacam pola mencerna informasi, misal, jika suatu hal terjadi, maka akan ada kejadian selanjutnya yang mengikuti. Hal itulah yang menjadi semacam intuisi dalam diri kita. Maka dari itu, makin banyak pengalaman, meski bukan hal yang baik sekali pun, bisa jadi pengalaman dan pelajaran, serta membantu kita menciptakan intuisi ini.
Kebiasaan berhemat
Ya, kita bisa lihat beberapa miliarder atau orang yang memiliki kekayaan berlimpah memiliki barang-barang yang mahal dan senang menghamburkan uang. Tetapi, tak semuanya begitu, lho. Justru ada sebagian orang yang justru senang menabung.
Berinvestasi
Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Robert T Kiyosaki menekankan agar uang yang bekerja untuk Anda dan jangan biarkan Anda bekerja keras untuk uang. Tentunya, bagi yang ingin memastikan keuangannya tetap aman, mereka perlu memastikan untuk tetap menjaga keuangannya dengan berinvestasi dengan bijak.
Rasa syukur
Pernah mendengar karma? Ya, mereka yang berbuat baik akan menuai kebaikan, begitu pun sebaliknya. Tak heran, bagi yang sudah mencapai kesuksesan, mereka senang membagi apa yang mereka punya kepada mereka yang membutuhkan. Ingat Oprah yang senang membuat orang lain bahagia dengan membantu mereka? Ketika Anda merasa bosan dengan pekerjaan, cobalah untuk memandang pekerjaan tersebut sebagai sebuah hadiah untuk Anda, dan coba pikirkan seperti apa hidup Anda jika tak memiliki pekerjaan itu.
Friday, September 24, 2010
SAAT MUKMIN MERASAKAN KELEZATAN IMAN
Karya Dr. Abdullah Nashih Ulwan
1. Apakah iman itu ?
Iman adalah keyakinan mukmin yang mencuat dari lubuk hati bahwa kehidupan dan kematian, rizki semua ada dalam genggaman Alloh dan setiap lintasan perasaan serta kesadaran yang paling dalam meyakini bahwa Alloh senantiasa menyertai, mendengarkan, dan memperhatikan segala hal yang kita lakukan.
2. Bagaimana merasakan lezatnya iman
Jawabannya terhimpun dalam sabda nabi Muhammad SAW : “Dari Anas ra ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, ada tiga hal yang siapa saja didalamnya tentu akan ia temukan manisnya iman yaitu apabila Alloh dan rasulNya lebih dicintainya daripada yang lain, mencintai seseorang hanya karena Alloh, dan benci kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka “ (HR Bukhori).
a. Ketulusan cinta pada Alloh dan RasulNya.
Mahabbah (cinta) dan wala’ (loyalitas) harus diberikan mutlak hanya karena Alloh karena memang hanya Dia-lah yang pantas memperoleh kecintaan dan wala’nya.Alloh lah satu-satunya pencipta alam, manusia , dan kehidupan ini. Dialah yang menaklukkan seluruh alam untuk kemaslahatan manusia. Landasan dalilnya QS Ibrahim 32-34, An-Naml 59-60, 62-64.
Dua yang sempurna, terjaga dari salah dan dosa, dan suci bersih dari segala bentuk kemaksiyatan. Taat kepadanya berarti taat pada Alloh sedangkan sunnahnya merupakan tuntunan bagi umat manusia setelah Al-Qur’an. Landasan dalilnya QS Al-Qalam 4, Ali Imran 31, Al Anbiyaa 107, Al Ahzab 45-46, An-Nisaa 65.
b. Persaudaraan yang tulus dalam jamaah muslim
Dalam Islam tidak ada nilai persaudaraan yang tulus dan kokoh, juga tidak ada kerja sama dalam kebaikan kecuali semua itu ditujukan hanya karena Alloh dan dalam mendapatkan keridhoanNya. Dalam hadits disebutkan, “seseorang mencintai yang lainnya hendaknya hanya karena Alloh semata” dan “ Dua orang yang saling mencintai karena Alloh, bersua dan berpisah karena Alloh “ (HR Bukhori dan Muslim).Landasan dalilnya QS Al Hujuraat 10, AZ-Zukhruuf 67.
Sarana-sarana memperdalam ruh ukhuwah :
1. Apabila seseorang mencintai saudaranya hendaknya memberitahukan bahwa ia mencintainya. Sabda rasulullah “Apabila seseorang mencintai saudaranya hendaknya memberitahukan bahwa ia mencintainya (saudaranya itu). HR Abu Dawud dan At Tirmidzi.
2. Apabila seseorang berpisah dan atau takkan berpisah dengan saudaranya mintalah doa darinya. Sabda Rasulullah : Dari umar bin Khattab ra, ia berkata, “ Dalam umrah saya minta izin kepada rasulullah, lalu rasulullah pun mengizinkan saya dan bersabda “ Wahai saudaraku janganlah kau lupakan kami dari doamu”. Kata Umar, “Rasulullah telah mengucapkan suatu kalimat yang menggembirakan aku” (HR abu dawud dan at-Tirmidzi).
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda : “sertakan kami wahai saudaraku dalam doamu”.
3. Apabila seorang mukmin berjumpa dengan saudaranya sesame mukmin berilah muka yang manis. Rasulullah bersabda : “Senyummu saat berjumpa saudaramu adalah sedekah”
4. Apabila seorang mukmin berjumpa dengan saudaranya segera berjabat tangan dengannya. Dari Al Barra ra ia berujar bahwa rasulullah bersabda : “Tidaklah dua orang mukmin berjumpa lalu berjabat tangan kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah “ (HR abu Dawud).
5. Sewaktu-waktu perbanyaklah mengunjungi saudara. Rasulullah bersabda : “ Berkunjunglah engkau dari waktu ke waktu niscaya akan bertambah kecintaanmu “
6. Membahagiakan saudara dan mendatangkan kegembiraan padanya pada saat yang tepat.
Dari Anas bin malik ra ia berkata bahwa Nabi bersabda, “Siapa saja yang bertemu dengan saudaranya karena perkara yang dicintainya demi kebahagiaannya maka alloh akan member kebahagiaan baginya pada hari Qiamat” (HR At Tabrani)
7. Jika ada momen yang tepat dianjurkan seseorang memberikan hadiah kepada saudaranya. “Saling member hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai “ (HR At-Tabrani)
8. Laksanakan hak-hak persaudaraan secara sempurna.
“Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam. Bila engkau bertemu ucapkan salam kepadanya, bila dia mengundangmu penuhilah undangannya, bila dia minta nasihat berilah dia nasihat, bila dia bersin lalu dia membaca tahmid doakan semoga dia beroleh rahmat, bila dia sakit kunjungilah, bila dia meninggal antarkanlah jenazahnya hingga ke kubur” (HR Muslim).
c. Benci pada kekafiran dan mencampakkan para pendukung kesesatan
Tatkala iman kepada Alloh telah tertanam dalam jiwa dan kemanisannya telah meresap ke dalam hati maka orang yang merasakannya akan segera lari dari kekafiran, benci setiap kebatilan, dan menjauhkan dirinya dari berbagai kesesatan.
Dewasa ini banyak sekali metode dan gaya pemurtadan yang dibidikkan kepada kaum muslimin. Terkadang hakekat pemurtadan itu tidak jelas sehingga tanpa disadari mereka terperosok sebagai orang yang memilih pemurtadan. Manakala dalam keadaan demikian alloh mentakdirkannya mati maka merugilah dia di dunia dan akhirat.
Beberapa tanda kemurtadan yang penting untuk diketahui :
1. Orang Islam yang mengagungkan slogan kesukuan (qoumiyah) dan menjadikannya sebagai tujuan mengabdi dan bekerja untuknya. Slogan ini dimunculkan oleh orang-orang yahudi di negeri-negeri Islam yaitu dengan mengadu domba suku-suku kurdi, turki, dan arab dengan sebagian lainnya, memisahkan ajaran Islam dari urusan kenegaraan, menjauhkan syariat islam dari kehidupan, dan menghembuskan fanatisme ras.
2. Orang Islam yang mengelu-elukan semboyan dan slogan nasionalisme dan menjadikannya sebagai satu-satunya tujuan, mengabdi dan bekerja untuknya serta berjuang di jalannya.QS An Nisaa 66. Untuk tujuan meningkatkan slogan nasionalisme ini, pemurtadan juga berusaha menyempitkan batasan-batasan amal, selain itu mereka juga mengkultuskan slogan ini sehingga menjadikannya sebagai bagian dari ibadah.
3. Orang Islam yang mengelu-elukan semboyan dan slogan humanism (kemanusiaan), dimunculkan dalam selubung Fremasonry Internasional yang dibelakangnya bertengger penipu yahudi. Paham Fremasonry menggelindingkan ajaran bahwa agama itu untuk Tuhan dan tanah air itu untuk semua manusia. Sebagai akibat dari ajaran ini sampailah pada kenyataan bahwa antara orang islam , Kristen majusi dan yahudi itu bersaudara dalam tanah air dan kemanusiaan.
4. Orang islam yang meninggikan semboyan dan slogan sosialisme, mengabdi dan berjuang dijalannya serta menjadikannya sebagai satu keyakinan bahwa sosialismelah satu-satunya prinsip kebenaran yang dapat mengangkat kemuliaan kaum buruh, petani, karyawan dan orang-orang yang penghasilan terbatas. Tanpa terlintas bahwa islam membawa system kemasyarakatan yang besar dan santun yang dapat memberikan jaminan social. QS Adz-Dzariyat 19.
Fenomena-fenomena kekufuran :
1. Memberikan kewenangan “menetapkan kepastian hukum dan pembuatan Undang-undang” kepada selain Alloh . QS Al maidah :44, QS Al Ahzab : 36, dan QS An Nisaa : 65.
2. Membenci perundang-undangan dan hukum islam atau mengunggulkan hukum yang selainnya. QS Muhammad : 8-9
3. Mencemooh sesuatu yang datangnya dari al-Quran, mengejek sunnah yang suci dan mencibir syiar-syiar islam. QS At Taubah : 66.
4. Hanya beriman kepada al-quran dengan menolak sunnah nabawiyah .QS An Nisaa : 80
5. Menolong kaum kuffar, munafik, dan mulhid serta mancari prestise dari mereka. Qs Al-maidah : 57, Qs Al Maidah 51.
6. Menuduh buruk pada Nabi Muhammad SAW. Qs Al Hujuurat : 2.
7. Mengklaim bahwa didalam al-Quran terdapat makna batin yang berbeda dengan makna dzahiri atau sebaliknya. QS Yusuf 2, QS Ar-Ra’du 37.
8. Mensifati Alloh dengan yang tidak layak. QS Al- Anaam 103.
9. Iman pada sebagian islam dan ingkar kepada sebagian QS. Al Baqoroh 85.
1. Apakah iman itu ?
Iman adalah keyakinan mukmin yang mencuat dari lubuk hati bahwa kehidupan dan kematian, rizki semua ada dalam genggaman Alloh dan setiap lintasan perasaan serta kesadaran yang paling dalam meyakini bahwa Alloh senantiasa menyertai, mendengarkan, dan memperhatikan segala hal yang kita lakukan.
2. Bagaimana merasakan lezatnya iman
Jawabannya terhimpun dalam sabda nabi Muhammad SAW : “Dari Anas ra ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, ada tiga hal yang siapa saja didalamnya tentu akan ia temukan manisnya iman yaitu apabila Alloh dan rasulNya lebih dicintainya daripada yang lain, mencintai seseorang hanya karena Alloh, dan benci kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka “ (HR Bukhori).
a. Ketulusan cinta pada Alloh dan RasulNya.
Mahabbah (cinta) dan wala’ (loyalitas) harus diberikan mutlak hanya karena Alloh karena memang hanya Dia-lah yang pantas memperoleh kecintaan dan wala’nya.Alloh lah satu-satunya pencipta alam, manusia , dan kehidupan ini. Dialah yang menaklukkan seluruh alam untuk kemaslahatan manusia. Landasan dalilnya QS Ibrahim 32-34, An-Naml 59-60, 62-64.
Dua yang sempurna, terjaga dari salah dan dosa, dan suci bersih dari segala bentuk kemaksiyatan. Taat kepadanya berarti taat pada Alloh sedangkan sunnahnya merupakan tuntunan bagi umat manusia setelah Al-Qur’an. Landasan dalilnya QS Al-Qalam 4, Ali Imran 31, Al Anbiyaa 107, Al Ahzab 45-46, An-Nisaa 65.
b. Persaudaraan yang tulus dalam jamaah muslim
Dalam Islam tidak ada nilai persaudaraan yang tulus dan kokoh, juga tidak ada kerja sama dalam kebaikan kecuali semua itu ditujukan hanya karena Alloh dan dalam mendapatkan keridhoanNya. Dalam hadits disebutkan, “seseorang mencintai yang lainnya hendaknya hanya karena Alloh semata” dan “ Dua orang yang saling mencintai karena Alloh, bersua dan berpisah karena Alloh “ (HR Bukhori dan Muslim).Landasan dalilnya QS Al Hujuraat 10, AZ-Zukhruuf 67.
Sarana-sarana memperdalam ruh ukhuwah :
1. Apabila seseorang mencintai saudaranya hendaknya memberitahukan bahwa ia mencintainya. Sabda rasulullah “Apabila seseorang mencintai saudaranya hendaknya memberitahukan bahwa ia mencintainya (saudaranya itu). HR Abu Dawud dan At Tirmidzi.
2. Apabila seseorang berpisah dan atau takkan berpisah dengan saudaranya mintalah doa darinya. Sabda Rasulullah : Dari umar bin Khattab ra, ia berkata, “ Dalam umrah saya minta izin kepada rasulullah, lalu rasulullah pun mengizinkan saya dan bersabda “ Wahai saudaraku janganlah kau lupakan kami dari doamu”. Kata Umar, “Rasulullah telah mengucapkan suatu kalimat yang menggembirakan aku” (HR abu dawud dan at-Tirmidzi).
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda : “sertakan kami wahai saudaraku dalam doamu”.
3. Apabila seorang mukmin berjumpa dengan saudaranya sesame mukmin berilah muka yang manis. Rasulullah bersabda : “Senyummu saat berjumpa saudaramu adalah sedekah”
4. Apabila seorang mukmin berjumpa dengan saudaranya segera berjabat tangan dengannya. Dari Al Barra ra ia berujar bahwa rasulullah bersabda : “Tidaklah dua orang mukmin berjumpa lalu berjabat tangan kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah “ (HR abu Dawud).
5. Sewaktu-waktu perbanyaklah mengunjungi saudara. Rasulullah bersabda : “ Berkunjunglah engkau dari waktu ke waktu niscaya akan bertambah kecintaanmu “
6. Membahagiakan saudara dan mendatangkan kegembiraan padanya pada saat yang tepat.
Dari Anas bin malik ra ia berkata bahwa Nabi bersabda, “Siapa saja yang bertemu dengan saudaranya karena perkara yang dicintainya demi kebahagiaannya maka alloh akan member kebahagiaan baginya pada hari Qiamat” (HR At Tabrani)
7. Jika ada momen yang tepat dianjurkan seseorang memberikan hadiah kepada saudaranya. “Saling member hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai “ (HR At-Tabrani)
8. Laksanakan hak-hak persaudaraan secara sempurna.
“Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam. Bila engkau bertemu ucapkan salam kepadanya, bila dia mengundangmu penuhilah undangannya, bila dia minta nasihat berilah dia nasihat, bila dia bersin lalu dia membaca tahmid doakan semoga dia beroleh rahmat, bila dia sakit kunjungilah, bila dia meninggal antarkanlah jenazahnya hingga ke kubur” (HR Muslim).
c. Benci pada kekafiran dan mencampakkan para pendukung kesesatan
Tatkala iman kepada Alloh telah tertanam dalam jiwa dan kemanisannya telah meresap ke dalam hati maka orang yang merasakannya akan segera lari dari kekafiran, benci setiap kebatilan, dan menjauhkan dirinya dari berbagai kesesatan.
Dewasa ini banyak sekali metode dan gaya pemurtadan yang dibidikkan kepada kaum muslimin. Terkadang hakekat pemurtadan itu tidak jelas sehingga tanpa disadari mereka terperosok sebagai orang yang memilih pemurtadan. Manakala dalam keadaan demikian alloh mentakdirkannya mati maka merugilah dia di dunia dan akhirat.
Beberapa tanda kemurtadan yang penting untuk diketahui :
1. Orang Islam yang mengagungkan slogan kesukuan (qoumiyah) dan menjadikannya sebagai tujuan mengabdi dan bekerja untuknya. Slogan ini dimunculkan oleh orang-orang yahudi di negeri-negeri Islam yaitu dengan mengadu domba suku-suku kurdi, turki, dan arab dengan sebagian lainnya, memisahkan ajaran Islam dari urusan kenegaraan, menjauhkan syariat islam dari kehidupan, dan menghembuskan fanatisme ras.
2. Orang Islam yang mengelu-elukan semboyan dan slogan nasionalisme dan menjadikannya sebagai satu-satunya tujuan, mengabdi dan bekerja untuknya serta berjuang di jalannya.QS An Nisaa 66. Untuk tujuan meningkatkan slogan nasionalisme ini, pemurtadan juga berusaha menyempitkan batasan-batasan amal, selain itu mereka juga mengkultuskan slogan ini sehingga menjadikannya sebagai bagian dari ibadah.
3. Orang Islam yang mengelu-elukan semboyan dan slogan humanism (kemanusiaan), dimunculkan dalam selubung Fremasonry Internasional yang dibelakangnya bertengger penipu yahudi. Paham Fremasonry menggelindingkan ajaran bahwa agama itu untuk Tuhan dan tanah air itu untuk semua manusia. Sebagai akibat dari ajaran ini sampailah pada kenyataan bahwa antara orang islam , Kristen majusi dan yahudi itu bersaudara dalam tanah air dan kemanusiaan.
4. Orang islam yang meninggikan semboyan dan slogan sosialisme, mengabdi dan berjuang dijalannya serta menjadikannya sebagai satu keyakinan bahwa sosialismelah satu-satunya prinsip kebenaran yang dapat mengangkat kemuliaan kaum buruh, petani, karyawan dan orang-orang yang penghasilan terbatas. Tanpa terlintas bahwa islam membawa system kemasyarakatan yang besar dan santun yang dapat memberikan jaminan social. QS Adz-Dzariyat 19.
Fenomena-fenomena kekufuran :
1. Memberikan kewenangan “menetapkan kepastian hukum dan pembuatan Undang-undang” kepada selain Alloh . QS Al maidah :44, QS Al Ahzab : 36, dan QS An Nisaa : 65.
2. Membenci perundang-undangan dan hukum islam atau mengunggulkan hukum yang selainnya. QS Muhammad : 8-9
3. Mencemooh sesuatu yang datangnya dari al-Quran, mengejek sunnah yang suci dan mencibir syiar-syiar islam. QS At Taubah : 66.
4. Hanya beriman kepada al-quran dengan menolak sunnah nabawiyah .QS An Nisaa : 80
5. Menolong kaum kuffar, munafik, dan mulhid serta mancari prestise dari mereka. Qs Al-maidah : 57, Qs Al Maidah 51.
6. Menuduh buruk pada Nabi Muhammad SAW. Qs Al Hujuurat : 2.
7. Mengklaim bahwa didalam al-Quran terdapat makna batin yang berbeda dengan makna dzahiri atau sebaliknya. QS Yusuf 2, QS Ar-Ra’du 37.
8. Mensifati Alloh dengan yang tidak layak. QS Al- Anaam 103.
9. Iman pada sebagian islam dan ingkar kepada sebagian QS. Al Baqoroh 85.
Subscribe to:
Posts (Atom)