Setelah memahami banyak permasalahan yang ada di dalam diri kita, pada peribadi muslim, ummat dan dakwah secara keseluruhan, kemudian di perkuat dengan berbagai serangan dari musuh-musuh islam maka jawaban atau penyelesaian dari permasalahan ini adalah perlu usaha membentuk ummat (takwinul ummah). Takwinul ummah melalui tarbiyah, dakwah dan jihad adalah cara yang di contohkan oleh Rasulullah SAW. Namun demikian usaha mulia ini sebagai penyelesaian terhadap masalah kurang diamalkan oleh ummat islam, dimana sebagian ummat islam telah meniggalkan amal tarbiyah, dakwah dan jihad. Ummat islam sekarang ini banyak yang terbius dengan keadaan dunia yang cenderung menipu. Ummat yang sadar dan berusaha bergerak pun nampak tidak memenuhi ciri syakhsiyah islamiyah sehingga menjejaskan dakwah yang di bawanya. Ada juga mereka yang serius berjamah tetapi tidak beramal jamai di dalam konteks berjamaah. Usaha tarbiyah dan dakwah yang diamalkan oleh sebagian aktivis dakwah dan ustaz tidak membuahkan hasil yang membahagiakan. Dengan keadaan yang sedemikian maka di perlukan usaha yang terus-menerus dengan kesadaran akan pemahaman islam yang benar, pemahaman manhaj dakwah, mengamalkan sunnah dakwah Nabi dan semangat yang tinggi sebagai pendorongnya
Takwinul ummah selain memberikan wawasan keatas bentuk penyelesaian permasalahan ummat, juga di tujukan untuk memberikan motivasi kepada kader untuk berdakwah dan mengetahui bagaimana berdakwah. Takwin ummat di mulai dengan takwin syakhsiyah islamiyah dengan ciri iman, islam dan takwa. Ciri ini merupakan syarat utama seorang muslim yang Allah ridhoi. Terbentuknya muslim dengan ciri demikian maka di harapkan pribadi muslim dapat mengatasi masalahnya dan bersifat proaktif untuk mengembangkan dakwah. Peribadi muslim tidak akan lengkap apabila tidak diikat pula dengan berjamaah.
Perubahan-perubahan pada diri ummat akan tercapai apabila peribadi muslim terbentuk dengan pembentukan yang baik melalui tarbiyah kemudian mereka berdakwah dan berjihad. Perubahan ummat melalui marhalah dakwah dan di warnai dengan manhaj yang benar akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Pembentukan pribadi yang dapat melakukan perubahan melalui aplikasi syahadah di dalam kehidupan, membentuk kesatuan ummat dan mengikuti model Rasulullah SAW dalam segala aspek.
Para Rasul/nabi dan juga Nabi Muhammad juga menegakkan kalimat laa ilaha illallah. Dengan kalimah ini muncul berbagai perubahan-perubahan di dalam masyarakat dan pribadi. Perubahan dari masyarakat jahiliyyah kepada masyarakat islamiyah adalah suatu bukti kuatnya makna kalimat syahadat ini. Para sahabat nabi dengan mengenal kalimat syahadah ini langsung merubah dirinya dan juga merubah masyarakatnya. Hal demikian disebabkan karena mereka memahami syahadat dengan benar dan baik. Kalimah syahadah sebagai inti dari perubahan dan dengan kalimah ini pula di wujudkan suatu perubahan yang menyeluruh di dalam masyarakat. Pribadi muslim dan ummat mesti di warnai syahadah ini. Pembentukan peribadi muslim, jamaah dan ummah mesti menumpukkan kepada pemahaman syahadah dan aplikasinya.
Takwinul ummah merupakan gerakan penyelamatan keatas keadaan ummat saat ini sehingga muncul sebahagian ummat yang menyeru masyarakat kepada kebaikan , menyeru kepada yang ma'ruf dan melarang yang mungkar. Apabila sebagian ummat melakukan dakwah demikian maka akan terbentuk ummat yang baik dan akhirnya muncul kemenangan.
Perubahan-perubahan yang di kehendaki berlaku di kalangan ummat saat ini berkaitan dengan aqidah, ruhaniah, fikrah, suluk, tsaqofah, ijtima', siyasi dan iktisodi. Dengan perubahan ini muncullah ummat yang menjalankan islam secara kaafah (menyeluruh) dan kemudian tegak islam. Syakhsiyah islamiyah , syakhsiyah daiyah yang kemudian diikat dengan jamaah melalui ikatan hati dan ukhuwah islamiyah.
Takliful qulub sebagai dasar jamaah dan dakwah perlu di bentuk dengan rasa cinta, ketaatan dan diaplikasikan kedalam dakwah dan jihad. Ukhuwah islamiyah merupakan kekuatan ummat setelah kekuatan aqidah. Ukhuwah diantara aktivis perlu di tingkatkan dengan usaha mengenali kepribadian dan pemikiran yang lain sehingga muncul tafahum sebagai jalan memperlancar hubungan sesama muslim. Dari tafahum muncul taawun dan akhirnya terbentuk tauhidul ummah.
" Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka berusaha mengubah nasib dirinya sendiri "
Ahlan wa Sahlan
" Selamat Datang di Blog Manto Abu Ihsan,...Silahkan kunjungi juga ke www.mantoakg.alazka.org
Manto Abu Ihsan " Hadir untuk perubahan"
Thursday, October 14, 2010
SCHOOL DEVELOPMENT PROGRAM SMA ISLAM ALAZKA
A. VISI, MISI & TUJUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan era globalisasi dan informasi, yang dampaknya menghilangkan batas negara, merupakan tantangan masa depan dan mempengaruhi pandangan masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan. Baik masyarakat maupun orang tua untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan baik di dunia maupun akhirat. Hal ini memacu SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading untuk merespon tantangan tersebut sekaligus dalam rangka mewujudkan generasi khoiru ummah. SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut:
”Pendidikan berwawasan masa depan yang diselenggarakan secara profesional dengan mengintegrasikan imtaq dan iptek dalam mempersiapkan cendekiawan muslim”
Visi tersebut mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekikinian, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam misi berikut:
“Menyelenggarakan pendidikan islami yang berkualitas melalui pendidikan akhlaq mulia dan penguasaan dasar-dasar ilmu pengetahuan serta penanaman semangat pembaharuan dalam mempersiapkan cendekiawan muslim yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.”
Yang diuraikan dalam langkah-langkah:
1. Melaksanakan pembelajaran yang komprehensip, efektif dan terintegrasi dengan nilai-nilai Qurani.
2. Menumbuhkan semangat keunggulan kepada semua warga sekolah, agar mampu berdaya saing secara global.
3. Mensinergikan sikap taat kepada Allah SWT & peduli terhadap sesama.
4. Mengembangkan bakat dan prestasi siswa sesuai dengan potensi yang ada.
5. Membudayakan semangat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama dengan baik dan benar.
6. Mengembangkan seluruh potensi baik kognitif, psikomotorik maupun afektif dalam setiap proses pembelajaran.
Tujuan sekolah yang merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan nasional dan visi serta misi Al-Azhar Kelapa Gading adalah mengoptimalkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan menghadapi tantangan hidup di era global dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Adapun tujuan institusional yang menjadi sasaran strategis SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading adalah:
1. Meningkatkan potensi siswa sehingga dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan mampu mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan global.
2. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai bagian dari anggota masyarakat dan mampu mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, dengan tetap memegang nilai-nilai budaya Islam.
3. Menumbuhkan sikap kepemimpinan siswa yang visioner , amanah, integritas, kreatif dan inovatif.
B. PROGRAM STRATEGIS PENGEMBANGAN SEKOLAH
Untuk menentukan arah pengembangan sekolah ke depan maka diperlukan Rencana Strategis (Renstra). Renstra disusun mengacu kepada Visi, Misi, dan Tujuan Institusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Renstra SMAI Alazka terdiri dari rencana jangka panjang 9 tahun, rencana jangka menengah 3 tahun, dan rencana jangka pendek 1 tahun. Setiap tahapan dirumuskan progra-program kerja yang lebih operasional. Program-program tersebut disusun melalui Rapat Kerja Tahunan (Raker) yaitu dengan mengevaluasi pencapaian tahapan sebelumnya, kemudian merancang program kerja dengan memperhatikan sumber daya yang dimiliki.
Rencana Strategi Pengembangan SMAI ALAZKA :
A. Rencana Jangka Panjang 9 Tahun ( 2007-2016)
1. Menjadi sekolah yang diminati masyarakat dengan label ALAZKA Plus Internasional School
2. Lulusan SMAI ALAZKA mampu menguasai Bahasa Inggris dengan skor TOEFL minimal 500
3. Memiliki delegasi di arena Olympiade Sain Internasional dan atau ikukt berperan aktif dalam even-even Internasional
4. Lulusan SMAI ALAZKA mampu membaca Al-Quran serta hafal juz ke 30 dengan tartil
5. Guru dan karyawan menguasai comversation (mampu bercakap-cakap dengan bahasa inggris)
6. Memiliki sertifikasi ISO
7. Terimplementasinya Kurikulum Caracter Building
8. Menjalin Sister
B. Indikator tercapainya Rencana Jangka Menengah 3 Tahun Pertama (2007-2010) adalah sebaga berikut :
1. Membuka Program RSBI
2. 100% guru memiliki laptop
3. 100% guru menguasai IT dan menggunakannya dalam proses pembelajaran
4. 35% guru berkemampuan bahasa inggris dan menjadikannya sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran
5. Memiliki delegasi di arena oliympiade sain propinsi, dan menjajaki even-even internasional di bidang seni dan olahraga.
6. 100% ruang kelas dilengkapi proyektor dan internet
7. Guru, karyawan, dan siswa berdisipln yang tinggi (98%)
8. Native Speaker di semua tingkatan kelas
9. Siswa wajib berjilbab
10. Semua program IT legal
11. Jaringan komunikasi menggunakan fasilitas WIFI
12. Terpasang CCTV
Untuk Mencapai indikator program jangka menengah pertama tersebut,diperlukan langkah-langkah yang akan di tempuh sebagai berikut dalam tiga tahun pertama yang sudah terlaksana :
1. Tahun Pertama (Tahun Pelajaran 2007-2008)
Pada Tahun pertama, langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut :
a. Melakukan sosiaslisasi kepada seluruh stake holders, tentang rencana kedepan SMAI Alazka yang akan dicapai.
b. Melakukan penyamaan persepsi dengan seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di SMAI ALAZKA, tentang budaya profesional dalam rangka mencapai target-target yang sudah ditentukan.
c. Melakukan Up Grade terhadap guru-guru dalam penguasaan Bahasa Inggirs, dan kemampuan IT
d. Melakukan pembenahan sarana dan prasarana pendukung terhadap pencapaian target-target yang sudah ditetapkan.
e. Melakukan evaluasi yang menyeluruh tarhadap perencanaan yang sudah dibuat.
f. Melakukan studi Komparasi terhadap sekolah-sekolah yang sudah bertaraf Internasional, dan berusaha mebuat desain kurikulum dan menyiapkan perangkat-perangkat yang diperlukan.
g. Menjalin kerja sama dengan sekolah – sekolah baik di dalam maupun di luar negeri.
2. Tahun Kedua (Tahun Pelajaran 2008-2009)
Pada tahun kedua upaya yang akan ditempah adalah sebagai berikut :
a. Melakukan promosi secara kontinu di berbagai media baik elektronik, cetak, ataupun internet.
b. Pembenahan ruang multi media yang representatif untuk pembelajaran, dan terhubung dengan Link ke internet.
c. Melakukan launching tentang SMAI IALAZKA Rintisan Sekolah bertaraf Internasional.
d. Memastikan bahwa sebagian guru dan karyawan sudah menguasai Bahasa Inggris dan kemampuan dasar tentang IT.
e. Melakukan persiapan yang menyeluruh terhadap kesiapan penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf internasional, baik dalam aspek desain kurikulum, sarana prasarana pendukung, SDM dan perubahan paradigma dari semua pihak yang terkait.
3. Tahun ke tiga (Tahun Pelajaran 2009 – 2010 )
Pada tahun ketiga, yang dilakukan adalah :
a. Menjadi Sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional
b. Membuka kerjasama yang intensif dengan sekolah-sekolah yang sudah berpengalaman dalam penyelenggaraaan Rintisan Sekolah bertaraf Internasional
c. Melakukan studi komparasi dengan sekolah-sekolah baik di dalam maupun di luar negeri.
d. Melakukan pertukaran guru dan pelajar dengan sekolah-sekolah di luar negeri.
e. Terpasangnya akses internet ke tiap kelas dan terpasangnya audio visual / perangkat Multimedia di setiap kelas.
f. Melakukan promosi secara kontinu di berbagai media baik elektronik maupun media cetak, atau internet.
g. Memastikan bahwa semua guru dan karyawan sudah menguasai Bahasa Inggris dan kemampuan dasar tentang IT.
h. Melakukan persiapan yang menyeluruh terhadap kesiapan penyelenggaraan Rintisan internasional, baik dalam aspek desain kurikulum, sarana prasarana pendukung, dan perubahan paradigma dari semua pihak yang terkait.
i. Menyusun kurikulum Character Building sebagai suplemen kurikulum.
j. Terpasang CCTV pada lokasi yang strategis
k. Terlaksana kerjasama ( MOU) dengan sekolah-sekolah yang sudah bertaraf internasional dan menjajaki kerjasama dengan sekolah di luar negeri.
Lebih rinci lagi SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading menetapkan sasaran/ tujuan yang akan dicapai untuk tahun Pelajaran 2010/2010, sebagai berikut :
1. Memiliki Kurikulum Matematika, Fisika, Kimia , Biologi, TIK, Ekonomi, Sosiologi dan Bahasa Inggris dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan mengadopsi Kurikulum Internasional ( Cambrigde )
2. Memiliki sistem penilaian yang terdokumentasi dengan baik dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan sebagian dengan Bahasa Inggris.
3. Tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dan dapat menggunakan ICT dalam proses pembelajaran.
4. Tersedianya sarana prasarana/media pembelajaran secara lengkap dan dapat difungsikan untuk keperluan pembelajaran ( laboratoium komputer, Ruang kelas multimedia, pembelajran e-learning system dan perpustakaan digital).
5. Terciptanya kultur sekolah yang mendukung peningkatan dan pengembangan proses pembelajaran.
6. Tersedianaya management sekolah dengan memanfaatkan ICT dalam administrasi dan proses pembelajaran.
7. Mengembangkan bidang kesiswaan dengan mengaktifkan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri.
8. Menumbuhkembankan program kemitraan dengan instansi pendidikan setara, pendidikan lanjutan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
9. Terjalin hubungan yang baik dengan instansi pemerintah, komiter sekolah dan sekolah satu tingkat dibawahnya ( SMP/MTs yang berkualitas sebagai mitra pemasok Siswa )
10. Mengimplementasikan Kurikulum Character Building sebagai suplemen kurikulum pokok.
C. APA YANG DIHASILKAN DARI PROGRAM RSBI SMAI ALAZKA
Selama program RSBI Dijalankan, setidaknya ada 13 indikator tercapainya program unggulan yang sudah berhasil dicapai oleh SMAI ALAZKA yaitu :
1. SMAI ALAZKA masuk dalam 13 Sekolah di DKI Jakarta yang Bertaraf Internasional ( SMAN 8, SMAN 28, SMAN 6, SMAN 81, SMAN 70,SMAN 78, SMAN 68, SMAN 13, SMAN 21, SMAN 3, SMAI ALAZKA, SMAI ALPUS & SMA Lab School )
2. HASIL UJIAN NASIONAL Tahun ‘07/08 meraih peringkat ke-29 dari 405 sekolah se-DKI Jakarta dengan rata-rata 8,10 untuk Jurusan IPA
3. Tahun ’08/09 Sebanyak 48,1 % lulusan SMAI Alazka diterima di PTN Favorit, dan 9 diantaranya diterima dengan jalur PMDK ( Masuk PTN tanpa Tes ), dan Saat tahun ini ada 4 siswa diterima di PTN ( di UI Fakultas Kedokteran & Fakultas Psikologi dg jalur PMDK, yang lainnnya di IPB)
4. Hasil Akreditasi sekolah tahun 2007 memperoleh Nilai 96,05 terbaik se DKI Jakarta untuk komponen Kurikulum & Kultur Jaringan Sekolah.
5. Mendapatkan Penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta tahun 2009, menjadi satu-satuya sekolah model se DKI untuk penerapan Bebas Asap Rokok, Napza & Anti Bulying.
6. SMAI ALAZKA masuk dalam Binaan dari SEA MOLEC ( Forum Komunikasi Sekolah-sekolah se Asea ), terkait dengan pengembangan pembelajaran berbasis IT.
7. Untuk mata pelajaran MIPA-TIK dan beberapa pelajaran Sosial sudah mengadopsi kurikulum Cambrigde, dan akan dikembangkan dalam pembelajaran e-learning yang berbasis WEB.
8. Memiliki kurikulum Character Building, siswa di tempa sehingga menjadi seorang yang memiliki karakter Rabbaniyah, Insyaniyah,Ilmiyah & Alamiyah.
9. Pembelajaran Moving Class, Full Multimedia tiap-tiap ruang kelas, terakses Internet dengan jaringan WIFI, dan memiliki jam Layanan belajar 1 jam Tiap hari.
10. Sudah membangun Sister School dengan sekolah Unggulan, SMAN 3 Bandung, SMAI Al-Azhar BSD, SMA Bourding School Krida Nusantara, SMAN 3 Unggulan Palembang, & SMA PLUS Pembagunan Jaya Bintaro.
11. Sedang proses membangun sister school dengan International Islamic School ( IIS ) Malaysia & Al-Irsyad Islamic School di Singapura, untuk Perguruan Tinggi, sudah kerjasama dengan MMU-Malaysia dan sedang proses kerjasama dengan Liem Kok Wing University Malaysia dan SIM University Singapura.
12. Tiga Tahun terakhir telah menjuarai 1 kali even tingkat Internasional, 12 kali tingkat Nasional, dan 33 kali tingkat DKI Jakarta.
13. Berdasarkan Hasil monitoring dan evaluasi dari Direktorat PSMA, penyelenggaraan RSBI SMAI ALAZKA memperoleh skor 796, skor tertinggi dan terbaik untuk penyelenggara sekolah RSBI seangkatan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan era globalisasi dan informasi, yang dampaknya menghilangkan batas negara, merupakan tantangan masa depan dan mempengaruhi pandangan masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan. Baik masyarakat maupun orang tua untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan baik di dunia maupun akhirat. Hal ini memacu SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading untuk merespon tantangan tersebut sekaligus dalam rangka mewujudkan generasi khoiru ummah. SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut:
”Pendidikan berwawasan masa depan yang diselenggarakan secara profesional dengan mengintegrasikan imtaq dan iptek dalam mempersiapkan cendekiawan muslim”
Visi tersebut mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekikinian, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam misi berikut:
“Menyelenggarakan pendidikan islami yang berkualitas melalui pendidikan akhlaq mulia dan penguasaan dasar-dasar ilmu pengetahuan serta penanaman semangat pembaharuan dalam mempersiapkan cendekiawan muslim yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.”
Yang diuraikan dalam langkah-langkah:
1. Melaksanakan pembelajaran yang komprehensip, efektif dan terintegrasi dengan nilai-nilai Qurani.
2. Menumbuhkan semangat keunggulan kepada semua warga sekolah, agar mampu berdaya saing secara global.
3. Mensinergikan sikap taat kepada Allah SWT & peduli terhadap sesama.
4. Mengembangkan bakat dan prestasi siswa sesuai dengan potensi yang ada.
5. Membudayakan semangat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama dengan baik dan benar.
6. Mengembangkan seluruh potensi baik kognitif, psikomotorik maupun afektif dalam setiap proses pembelajaran.
Tujuan sekolah yang merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan nasional dan visi serta misi Al-Azhar Kelapa Gading adalah mengoptimalkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan menghadapi tantangan hidup di era global dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Adapun tujuan institusional yang menjadi sasaran strategis SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading adalah:
1. Meningkatkan potensi siswa sehingga dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan mampu mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan global.
2. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai bagian dari anggota masyarakat dan mampu mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, dengan tetap memegang nilai-nilai budaya Islam.
3. Menumbuhkan sikap kepemimpinan siswa yang visioner , amanah, integritas, kreatif dan inovatif.
B. PROGRAM STRATEGIS PENGEMBANGAN SEKOLAH
Untuk menentukan arah pengembangan sekolah ke depan maka diperlukan Rencana Strategis (Renstra). Renstra disusun mengacu kepada Visi, Misi, dan Tujuan Institusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Renstra SMAI Alazka terdiri dari rencana jangka panjang 9 tahun, rencana jangka menengah 3 tahun, dan rencana jangka pendek 1 tahun. Setiap tahapan dirumuskan progra-program kerja yang lebih operasional. Program-program tersebut disusun melalui Rapat Kerja Tahunan (Raker) yaitu dengan mengevaluasi pencapaian tahapan sebelumnya, kemudian merancang program kerja dengan memperhatikan sumber daya yang dimiliki.
Rencana Strategi Pengembangan SMAI ALAZKA :
A. Rencana Jangka Panjang 9 Tahun ( 2007-2016)
1. Menjadi sekolah yang diminati masyarakat dengan label ALAZKA Plus Internasional School
2. Lulusan SMAI ALAZKA mampu menguasai Bahasa Inggris dengan skor TOEFL minimal 500
3. Memiliki delegasi di arena Olympiade Sain Internasional dan atau ikukt berperan aktif dalam even-even Internasional
4. Lulusan SMAI ALAZKA mampu membaca Al-Quran serta hafal juz ke 30 dengan tartil
5. Guru dan karyawan menguasai comversation (mampu bercakap-cakap dengan bahasa inggris)
6. Memiliki sertifikasi ISO
7. Terimplementasinya Kurikulum Caracter Building
8. Menjalin Sister
B. Indikator tercapainya Rencana Jangka Menengah 3 Tahun Pertama (2007-2010) adalah sebaga berikut :
1. Membuka Program RSBI
2. 100% guru memiliki laptop
3. 100% guru menguasai IT dan menggunakannya dalam proses pembelajaran
4. 35% guru berkemampuan bahasa inggris dan menjadikannya sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran
5. Memiliki delegasi di arena oliympiade sain propinsi, dan menjajaki even-even internasional di bidang seni dan olahraga.
6. 100% ruang kelas dilengkapi proyektor dan internet
7. Guru, karyawan, dan siswa berdisipln yang tinggi (98%)
8. Native Speaker di semua tingkatan kelas
9. Siswa wajib berjilbab
10. Semua program IT legal
11. Jaringan komunikasi menggunakan fasilitas WIFI
12. Terpasang CCTV
Untuk Mencapai indikator program jangka menengah pertama tersebut,diperlukan langkah-langkah yang akan di tempuh sebagai berikut dalam tiga tahun pertama yang sudah terlaksana :
1. Tahun Pertama (Tahun Pelajaran 2007-2008)
Pada Tahun pertama, langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut :
a. Melakukan sosiaslisasi kepada seluruh stake holders, tentang rencana kedepan SMAI Alazka yang akan dicapai.
b. Melakukan penyamaan persepsi dengan seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di SMAI ALAZKA, tentang budaya profesional dalam rangka mencapai target-target yang sudah ditentukan.
c. Melakukan Up Grade terhadap guru-guru dalam penguasaan Bahasa Inggirs, dan kemampuan IT
d. Melakukan pembenahan sarana dan prasarana pendukung terhadap pencapaian target-target yang sudah ditetapkan.
e. Melakukan evaluasi yang menyeluruh tarhadap perencanaan yang sudah dibuat.
f. Melakukan studi Komparasi terhadap sekolah-sekolah yang sudah bertaraf Internasional, dan berusaha mebuat desain kurikulum dan menyiapkan perangkat-perangkat yang diperlukan.
g. Menjalin kerja sama dengan sekolah – sekolah baik di dalam maupun di luar negeri.
2. Tahun Kedua (Tahun Pelajaran 2008-2009)
Pada tahun kedua upaya yang akan ditempah adalah sebagai berikut :
a. Melakukan promosi secara kontinu di berbagai media baik elektronik, cetak, ataupun internet.
b. Pembenahan ruang multi media yang representatif untuk pembelajaran, dan terhubung dengan Link ke internet.
c. Melakukan launching tentang SMAI IALAZKA Rintisan Sekolah bertaraf Internasional.
d. Memastikan bahwa sebagian guru dan karyawan sudah menguasai Bahasa Inggris dan kemampuan dasar tentang IT.
e. Melakukan persiapan yang menyeluruh terhadap kesiapan penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf internasional, baik dalam aspek desain kurikulum, sarana prasarana pendukung, SDM dan perubahan paradigma dari semua pihak yang terkait.
3. Tahun ke tiga (Tahun Pelajaran 2009 – 2010 )
Pada tahun ketiga, yang dilakukan adalah :
a. Menjadi Sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional
b. Membuka kerjasama yang intensif dengan sekolah-sekolah yang sudah berpengalaman dalam penyelenggaraaan Rintisan Sekolah bertaraf Internasional
c. Melakukan studi komparasi dengan sekolah-sekolah baik di dalam maupun di luar negeri.
d. Melakukan pertukaran guru dan pelajar dengan sekolah-sekolah di luar negeri.
e. Terpasangnya akses internet ke tiap kelas dan terpasangnya audio visual / perangkat Multimedia di setiap kelas.
f. Melakukan promosi secara kontinu di berbagai media baik elektronik maupun media cetak, atau internet.
g. Memastikan bahwa semua guru dan karyawan sudah menguasai Bahasa Inggris dan kemampuan dasar tentang IT.
h. Melakukan persiapan yang menyeluruh terhadap kesiapan penyelenggaraan Rintisan internasional, baik dalam aspek desain kurikulum, sarana prasarana pendukung, dan perubahan paradigma dari semua pihak yang terkait.
i. Menyusun kurikulum Character Building sebagai suplemen kurikulum.
j. Terpasang CCTV pada lokasi yang strategis
k. Terlaksana kerjasama ( MOU) dengan sekolah-sekolah yang sudah bertaraf internasional dan menjajaki kerjasama dengan sekolah di luar negeri.
Lebih rinci lagi SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading menetapkan sasaran/ tujuan yang akan dicapai untuk tahun Pelajaran 2010/2010, sebagai berikut :
1. Memiliki Kurikulum Matematika, Fisika, Kimia , Biologi, TIK, Ekonomi, Sosiologi dan Bahasa Inggris dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan mengadopsi Kurikulum Internasional ( Cambrigde )
2. Memiliki sistem penilaian yang terdokumentasi dengan baik dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan sebagian dengan Bahasa Inggris.
3. Tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dan dapat menggunakan ICT dalam proses pembelajaran.
4. Tersedianya sarana prasarana/media pembelajaran secara lengkap dan dapat difungsikan untuk keperluan pembelajaran ( laboratoium komputer, Ruang kelas multimedia, pembelajran e-learning system dan perpustakaan digital).
5. Terciptanya kultur sekolah yang mendukung peningkatan dan pengembangan proses pembelajaran.
6. Tersedianaya management sekolah dengan memanfaatkan ICT dalam administrasi dan proses pembelajaran.
7. Mengembangkan bidang kesiswaan dengan mengaktifkan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri.
8. Menumbuhkembankan program kemitraan dengan instansi pendidikan setara, pendidikan lanjutan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
9. Terjalin hubungan yang baik dengan instansi pemerintah, komiter sekolah dan sekolah satu tingkat dibawahnya ( SMP/MTs yang berkualitas sebagai mitra pemasok Siswa )
10. Mengimplementasikan Kurikulum Character Building sebagai suplemen kurikulum pokok.
C. APA YANG DIHASILKAN DARI PROGRAM RSBI SMAI ALAZKA
Selama program RSBI Dijalankan, setidaknya ada 13 indikator tercapainya program unggulan yang sudah berhasil dicapai oleh SMAI ALAZKA yaitu :
1. SMAI ALAZKA masuk dalam 13 Sekolah di DKI Jakarta yang Bertaraf Internasional ( SMAN 8, SMAN 28, SMAN 6, SMAN 81, SMAN 70,SMAN 78, SMAN 68, SMAN 13, SMAN 21, SMAN 3, SMAI ALAZKA, SMAI ALPUS & SMA Lab School )
2. HASIL UJIAN NASIONAL Tahun ‘07/08 meraih peringkat ke-29 dari 405 sekolah se-DKI Jakarta dengan rata-rata 8,10 untuk Jurusan IPA
3. Tahun ’08/09 Sebanyak 48,1 % lulusan SMAI Alazka diterima di PTN Favorit, dan 9 diantaranya diterima dengan jalur PMDK ( Masuk PTN tanpa Tes ), dan Saat tahun ini ada 4 siswa diterima di PTN ( di UI Fakultas Kedokteran & Fakultas Psikologi dg jalur PMDK, yang lainnnya di IPB)
4. Hasil Akreditasi sekolah tahun 2007 memperoleh Nilai 96,05 terbaik se DKI Jakarta untuk komponen Kurikulum & Kultur Jaringan Sekolah.
5. Mendapatkan Penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta tahun 2009, menjadi satu-satuya sekolah model se DKI untuk penerapan Bebas Asap Rokok, Napza & Anti Bulying.
6. SMAI ALAZKA masuk dalam Binaan dari SEA MOLEC ( Forum Komunikasi Sekolah-sekolah se Asea ), terkait dengan pengembangan pembelajaran berbasis IT.
7. Untuk mata pelajaran MIPA-TIK dan beberapa pelajaran Sosial sudah mengadopsi kurikulum Cambrigde, dan akan dikembangkan dalam pembelajaran e-learning yang berbasis WEB.
8. Memiliki kurikulum Character Building, siswa di tempa sehingga menjadi seorang yang memiliki karakter Rabbaniyah, Insyaniyah,Ilmiyah & Alamiyah.
9. Pembelajaran Moving Class, Full Multimedia tiap-tiap ruang kelas, terakses Internet dengan jaringan WIFI, dan memiliki jam Layanan belajar 1 jam Tiap hari.
10. Sudah membangun Sister School dengan sekolah Unggulan, SMAN 3 Bandung, SMAI Al-Azhar BSD, SMA Bourding School Krida Nusantara, SMAN 3 Unggulan Palembang, & SMA PLUS Pembagunan Jaya Bintaro.
11. Sedang proses membangun sister school dengan International Islamic School ( IIS ) Malaysia & Al-Irsyad Islamic School di Singapura, untuk Perguruan Tinggi, sudah kerjasama dengan MMU-Malaysia dan sedang proses kerjasama dengan Liem Kok Wing University Malaysia dan SIM University Singapura.
12. Tiga Tahun terakhir telah menjuarai 1 kali even tingkat Internasional, 12 kali tingkat Nasional, dan 33 kali tingkat DKI Jakarta.
13. Berdasarkan Hasil monitoring dan evaluasi dari Direktorat PSMA, penyelenggaraan RSBI SMAI ALAZKA memperoleh skor 796, skor tertinggi dan terbaik untuk penyelenggara sekolah RSBI seangkatan.
Thursday, October 7, 2010
ALAM KUBUR
Manusia adalah makhluk Allah swt. yang diciptakan dari tanah (at-turab) dan ruh. Allah swt. membekalinya dengan hati, akal, dan jasad sehingga manusia memiliki tekad (al-‘azmu), ilmu dan amal. Dengan berbekal ketiganya manusia diberi amanah oleh Allah swt., sebuah amanah yang makhluk-makhluk lain yang jauh lebih besar dari manusia, seperti langit, bumi dan gunung-gunung, menolak untuk menerimanya (Al-Ahzab: 72). Amanah yang diterima manusia berupa ibadah (Adz-Dzariyat: 56) yang merupakan tujuan penciptaannya dan khilafah (Al-Baqarah: 30) yang merupakan fungsi manusia di dunia. Kedua amanah ini kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir.
Sesungguhnya manusia hidup bukan hanya di dunia saja, tetapi telah menjalani kehidupan lain sebelum ke dunia dan akan menjalani kehidupan lainnya lagi setelah di dunia. Itulah tahapan-tahapan kehidupan manusia. Allah swt. berfirman:
كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati(1), lalu Allah menghidupkan kamu(2), kemudian kamu dimatikan(3) dan dihidupkan-Nya kembali(4), kemudian kepada-Nya-lah kamu(5).” (Al-Baqarah: 28)
Alam Kubur (Al-Barzakh)
Alam kubur disebut juga alam barzakh (dinding), karena kubur adalah dinding yang memisahkan antara dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur’an kata “barzakh” disebut di tiga ayat, yaitu Al-Mu’minuun: 100, Al-Furqaan: 53, dan Ar-Rahmaan: 20. Barzakh yang bermakna kubur terdapat pada surat Al-Mu’minuun: 100. Allah swt. berfirman, “Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” Sedangkan surat Al-Qurqaan: 53 dan Ar-Rahmaan: 20 berkaitan dengan dinding pemisah antara dua lautan.
Allah swt. banyak menyebutkan tentang kubur di dalam Al-Qur’an baik secara eksplisit maupun implisit, begitu pula Rasulullah saw. di dalam haditsnya yang mulia. Firman Allah swt. tentang alam kubur:
“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7)
“Dan tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (Faathir: 22)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.” (Al-Mumtahanah: 13)
“Pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala.” (70:43)
“Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur.” (‘Abasa: 21)
“Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur.” (Al-’Aadiyat: 9)
“Sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (At-Takaatsur: 2)
“Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.” (Al-Israa’: 52)
“Dan janganlah sekali-kali kamu menshalati (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (At-Taubah: 84)
“Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (Al-Mu’minuun: 16)
“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?” (An-Naml: 67)
“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (az-Zukhruuf: 11)
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang dari kamu berada dalam keadaan tasyahhud, maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa: yang bermaksud: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari siksaan Neraka Jahannam, dari siksa Kubur, dari fitnah semasa hidup dan selepas mati serta dari kejahatan fitnah Dajjal.”
Dalam Lu’lu’ wal Marjan hadits no. 1822 – 1826 disebutkan sabda Nabi saw., “Sesungguhnya seorang jika mati, diperlihatkan kepadanya tempatnya tiap pagi dan sore. Jika ahli surga, maka diperlihatkan surga, dan bila ia ahli nereka (maka diperlihatkan neraka). Maka diberitahu: Itulah tempatmu kelak jika Allah membangkitkanmu di hari kiamat.” (Bukhari dan Muslim)
“Nabi saw. keluar ketika matahari hampir terbenam, lalu beliau mendengar suara, maka bersabda: Orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya.” (Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya seorang hamba jika diletakkan dalam kuburnya dan ditinggal oleh kawan-kawannya, maka didatangi dua malaikat, lalu mendudukannya keduanya dan menanyakan: Apakah pendapatmu terhadap orang itu (Muhammad saw.)? Adapun orang beriman maka menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah dan utusanNya.’ Lalu diberitahu: Lihatlah tempatmu di api neraka, Allah telah mengganti untukmu tempat di sorga, lalu dapat melihat keduanya.” (Bukhari dan Muslim)
“Seorang mukmin jika didudukkan dalam kuburnya, didatangi dua malaikat, kemudian dia mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah’ maka itulah arti firman Allah, ‘Allah akan menetapkan orang yang beriman dengan kalimat yang kokoh (Ibrahim: 27)’.” (Bukhari dan Muslim)
“Ketika selesai Perang Badr, Nabi saw. menyuruh supaya melemparkan dua puluh empat tokoh Quraisy dalam satu sumur di Badr yang sudah rusak. Dan biasanya Nabi saw. jika menang pada suatu kaum maka tinggal di lapangan selama tiga hari, dan pada hari ketiga seusai Perang Badr itu, Nabi saw. menyuruh mempersiapkan kendaraannya, dan ketika sudah selesai beliau berjalan dan diikuti oleh sahabatnya, yang mengira Nabi akan berhajat. Tiba-tiba beliau berdiri di tepi sumur lalu memanggil nama-nama tokoh-tokoh Quraisy itu: Ya Fulan bin Fulan, ya Fulan bin Fulan, apakah kalian suka sekiranya kalian taat kepada Allah dan Rasulullah, sebab kami telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhan kami itu benar, apakah kalian juga merasakan apa yang dijanjikan Tuhanmu itu benar? Maka Nabi ditegur oleh Umar: Ya Rasulallah, mengapakah engkau bicara dengan jasad yang tidak bernyawa? Jawab Nabi: Demi Allah yang jiwaku di TanganNya, kalian tidak lebih mendengar terhadap suaraku ini dari mereka.” (Bukhari dan Muslim)
Sesungguhnya manusia hidup bukan hanya di dunia saja, tetapi telah menjalani kehidupan lain sebelum ke dunia dan akan menjalani kehidupan lainnya lagi setelah di dunia. Itulah tahapan-tahapan kehidupan manusia. Allah swt. berfirman:
كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati(1), lalu Allah menghidupkan kamu(2), kemudian kamu dimatikan(3) dan dihidupkan-Nya kembali(4), kemudian kepada-Nya-lah kamu(5).” (Al-Baqarah: 28)
Alam Kubur (Al-Barzakh)
Alam kubur disebut juga alam barzakh (dinding), karena kubur adalah dinding yang memisahkan antara dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur’an kata “barzakh” disebut di tiga ayat, yaitu Al-Mu’minuun: 100, Al-Furqaan: 53, dan Ar-Rahmaan: 20. Barzakh yang bermakna kubur terdapat pada surat Al-Mu’minuun: 100. Allah swt. berfirman, “Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” Sedangkan surat Al-Qurqaan: 53 dan Ar-Rahmaan: 20 berkaitan dengan dinding pemisah antara dua lautan.
Allah swt. banyak menyebutkan tentang kubur di dalam Al-Qur’an baik secara eksplisit maupun implisit, begitu pula Rasulullah saw. di dalam haditsnya yang mulia. Firman Allah swt. tentang alam kubur:
“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7)
“Dan tidak sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (Faathir: 22)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.” (Al-Mumtahanah: 13)
“Pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala.” (70:43)
“Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur.” (‘Abasa: 21)
“Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur.” (Al-’Aadiyat: 9)
“Sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (At-Takaatsur: 2)
“Yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.” (Al-Israa’: 52)
“Dan janganlah sekali-kali kamu menshalati (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (At-Taubah: 84)
“Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (Al-Mu’minuun: 16)
“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?” (An-Naml: 67)
“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (az-Zukhruuf: 11)
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang dari kamu berada dalam keadaan tasyahhud, maka hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan berdoa: yang bermaksud: Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari siksaan Neraka Jahannam, dari siksa Kubur, dari fitnah semasa hidup dan selepas mati serta dari kejahatan fitnah Dajjal.”
Dalam Lu’lu’ wal Marjan hadits no. 1822 – 1826 disebutkan sabda Nabi saw., “Sesungguhnya seorang jika mati, diperlihatkan kepadanya tempatnya tiap pagi dan sore. Jika ahli surga, maka diperlihatkan surga, dan bila ia ahli nereka (maka diperlihatkan neraka). Maka diberitahu: Itulah tempatmu kelak jika Allah membangkitkanmu di hari kiamat.” (Bukhari dan Muslim)
“Nabi saw. keluar ketika matahari hampir terbenam, lalu beliau mendengar suara, maka bersabda: Orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya.” (Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya seorang hamba jika diletakkan dalam kuburnya dan ditinggal oleh kawan-kawannya, maka didatangi dua malaikat, lalu mendudukannya keduanya dan menanyakan: Apakah pendapatmu terhadap orang itu (Muhammad saw.)? Adapun orang beriman maka menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa dia hamba Allah dan utusanNya.’ Lalu diberitahu: Lihatlah tempatmu di api neraka, Allah telah mengganti untukmu tempat di sorga, lalu dapat melihat keduanya.” (Bukhari dan Muslim)
“Seorang mukmin jika didudukkan dalam kuburnya, didatangi dua malaikat, kemudian dia mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah’ maka itulah arti firman Allah, ‘Allah akan menetapkan orang yang beriman dengan kalimat yang kokoh (Ibrahim: 27)’.” (Bukhari dan Muslim)
“Ketika selesai Perang Badr, Nabi saw. menyuruh supaya melemparkan dua puluh empat tokoh Quraisy dalam satu sumur di Badr yang sudah rusak. Dan biasanya Nabi saw. jika menang pada suatu kaum maka tinggal di lapangan selama tiga hari, dan pada hari ketiga seusai Perang Badr itu, Nabi saw. menyuruh mempersiapkan kendaraannya, dan ketika sudah selesai beliau berjalan dan diikuti oleh sahabatnya, yang mengira Nabi akan berhajat. Tiba-tiba beliau berdiri di tepi sumur lalu memanggil nama-nama tokoh-tokoh Quraisy itu: Ya Fulan bin Fulan, ya Fulan bin Fulan, apakah kalian suka sekiranya kalian taat kepada Allah dan Rasulullah, sebab kami telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhan kami itu benar, apakah kalian juga merasakan apa yang dijanjikan Tuhanmu itu benar? Maka Nabi ditegur oleh Umar: Ya Rasulallah, mengapakah engkau bicara dengan jasad yang tidak bernyawa? Jawab Nabi: Demi Allah yang jiwaku di TanganNya, kalian tidak lebih mendengar terhadap suaraku ini dari mereka.” (Bukhari dan Muslim)
Subscribe to:
Posts (Atom)