Ahlan wa Sahlan

" Selamat Datang di Blog Manto Abu Ihsan,...Silahkan kunjungi juga ke www.mantoakg.alazka.org

Manto Abu Ihsan " Hadir untuk perubahan"

Manto Abu Ihsan " Hadir untuk perubahan"
H.Sumanto, M.Pd : " Siap membantu dalam kegiatan Motivation Building, Spiritual Power, Get Big Spirit and Character Building."

Monday, July 9, 2012

SOAL MAHASISWA YANG BELUM IKUT UTS

Buatlah makalah tentang : 1. Sejarah perkembangan organisasi Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama ! 2. Sejarah perkembangan gerakan Islam Hizbu Tahrir, Salafi dan Ikhwanul Muslimin ! Boleh di ketik atau tulisan tangan, dapat mengambil dari berbagai macam literatur, dan di bagian belakang dimohon mencantumkan referensi yang dipakai. dikumpulkan bersamaan dengan Soal Ujian Seemester, paling lambat tanggal 29 Juli 2012.

SOAL UJIAN SEMESTER GASAL STAISA

Mata Kuliah : PENGANTAR PENDIDIKAN ISLAM Semester : V Dosen : Drs. H.SUMANTO, M.Pd =================================================== 1. Bagaimana para Ahli menterjemahkan Agama dan Budaya, dan Apa pandangan Anda sendiri tentang Agama dan Budaya ! berikan penjelasan. 2. Apakah landasan filosofi kenapa manusia memerlukan Agama ? 3. Apa pendapat anda tentang agama Samawi dan Agama Budaya, berikan penjelasan perbedaan dan persamaannya ! 4. Bagiamana perkembangan Agama dan kehidupan Budaya manusia ! 5. Bagaimana kedudukan dan Fungsi Agama dalam system budaya dan peradaban Modern ? 6. Jelaskan dan berikan paparan yang dimaksud dengan ma’rifatul Islam dan Implikasinya dalam kehidupan Manusia ? 7. Apa yang dimaksud dengan Islam bersifat Universal ? 8. Jelaskan dan berikan paparan yang dimaksud dengan Ma’rifatul Qur’an ( pengertian, fungsi, dan makna Al-Quran dalam Kehidupan Manusia ) ! 9. Jelaskan Bagaimana Metodologi dalam menafsirkan Al-Quran ! 10. Jelaskan Pengertian As-Sunnah dan Hadits dan apa perbedaan Hadits Qudsi & Al-Qur’an ? 11. Jelaskan klasifikasi dan tingkatan/derajat suatu hadits ! 12. Jelaskan yang dimaksud dengan Al-Ijtihad dan bagiamana kedudukannya dalam Hukum Islam ? 13. Apa syarat-syarat seorang mujtahid dan jelaskan sebab-sebab yang menimbulkan perbedaan ualama dalam ber ij-tihad ? 14. Jelaskan periodesasi sejarah Islam dan apa peristiwa yang terjadi pada masing-masing periodesasinya ! 15. Apa yang dimaksud dengan Aqidah & Akhlaq dalam Islam jelaskan prinsip-prinsip dari masing-masing ! 16. Jelaskan makna Ibadah dalam syariat Islam ? 17. Bagaimana cara menegakkan syariah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan jelaskan pula pengertian Khilafah Islamiyah ? 18. Jelaskan pengertian Filsafat dan Cabang-cabangnya, jelaskan pemikiran dari beberapa tokoh-tokoh filosof Islam ? 19. Jelaskan makna dan Urgensi dari Ukhuwah Islamiyah, dan Jelaskan prinsip-prinsip Ukhuwah Islamiyah ! 20. Jelaskan dan berikan contoh kasus Penyimpangan yang terjadi pad Ummat Islam dalam memahami AlQur’an dan As-Sunnah dalam bidang AQIDAH ? 21. Apakah yang dimaksud dengan Bid’ah dan sunnah, jelaskan dengan berbagai contoh yang terjadi dalam kehidupan masyarakat islam fenomena tersebut ! 22. Apa yang anda ketahui dengan makna taukhid, dan Jelaskan perilaku dalam kehidupan dalam masyarakat yang bertentangan dengan taukhid ? 23. Jelaskan Bagaimana konsep wala wal bara’ dalam Islam ? 24. Jelaskan makna syahadat dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan dalam masyarakat ? 25. Berikan gambaran tentang sejarah Kelam yang pernah terjadi pasca meninggalnya Rosulullah, dan apa hikmah di balik kejadian itu semua untuk ummat islam saat ini ! Soal Ujian Semester ini dikerjakan dalam bentuk tulisan Tangan dan dengan uraian yang jelas tidak harus panjang, dikumpulkan pada tanggal 29 Juli 2012 diantarkan ke rumah Blok AM 12 No. 1 PUP Bekasi. Telp 0218884745 !

Sunday, May 6, 2012

PENGANTAR STUDI ISLAM

(Bahan kuliah PSI STAISA - Dosen SUMANTO, M.Pd)
Studi islam secara etmologis merupakan terjemahan dari bahasa Arab Dirasah Islamiyah. Studi islam secara harfiyah adalah kajian tentang hal-hal yang berkaitan dengan keislaman makna ini angat umum karena segala sesuatu yang berkaitan dengan islam dikatakan studi islam.Oleh karena itu perlu ada spesifikasi pengertian terminologis tentang studi islam dalam kajian ini yaitu kajian secara sistematis dan terpadu untuk mrngetahui memahami dan menganalisis secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan agama islam baik yang menyangkut sumber-sumber ajaran islam ,pokok-pokok ajaran islam,sejarah islam, maupun realitas pelaksanaannya dalam kehidupan. Secara teorits islam adalah agama yang ajaran-ajarannya di wahyukan Tuhan kepada manusia melalui Muhammad sebagai Rosul.Islam pada hakikatnya membawa ajaran yang bukan hanya mengenai satu segi,tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia,Sumber-sumber ajaran islam yang merupakan bagian pilar penting kajian islam dan paradigma keislaman tidak keluar dari sumber asli,yaitu al-quran dan hadits,Dengan demikian,studi islam tidak hanya bermuara pada wacana pemikiran,tetapi juga praksis kehidupan yang berlandaskan pada perilaku baik dan benar dalam kehidupan. Memahami dan mengkaji islam direfleksikan dalam konteks pemaknaan yang sebenarnya bahwa islam adalah agama yang mengarahkan pada pemeluknya sebagai hamba yang dimensi teologis,humanis,dan keselamatan di dunia dan di akhirat.Sementara antara agama dan ilmu pengetahuan masih dirasakan adanya hubungan yang belum serasi. Dalam bidang agama terapat sikap dogmatis,sedang dalam bidang ilmiah terdapat sikap sebaliknya,yakni sikap rasional dan terbuka.Dengan demikian,kajian islam yang bernuansa ilmiah meliputi aspek kepercayaan normative-dogmatik yan bersumber dari wahyu dan aspek perilaku manusia yang lahir dari dorongan kepercayaan. Selain daripada itu sumber ajaran islam berfungsi pula sebagai dasar pokok ajaran islam.Islam itu diambil sebagai sumber mengindikasikan mak\na bahwa ajaran islam berasal dari sesuatu yang dapat digali dan di pergunakan unuk kepentingan operasionalisasi ajaran islam dan pengembangannya sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang di hadapi umat islam. Misalkan dalam firman Allah Q.S Al-An am 114: “maka patutlah aku mencari hkim selain dari Allah,padahal dialah yang telah menurunkan kitab(Al Quran)kepadamu dengan terperinci”. Dan di perjelas dengan hadist nabi: “Aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang berkaitan tidak akan tersesat selamanya apabila berpegangan dengan kedua hal tersebut,yaitu al quran dan sunnahku”. (HR.Malik) Selain itu islam dilengkapi dengan sumber-sumber misalnya dari Al quran,As sunnah, Hadist,ijtihat,yang itupun mempunyai bagian-bagian tersendiri dalam islam. Dilanjutkan dengan pengetian aqidah secara etimologi keyakinan atau keimanan.Iman pun demikian digolongkan misalnya iman kepada Allah,iman kepada rosul Allah,iman kepada malaikat,iman kepada kitab suci Al quran,iman kepada hari akhir,iman kepada qodo dan qodar.Iman Akhlak secara etimologis perilaku atau jiwa,akhlak merupakan cerminan diri manusia.Beberapa madzab akhlak adalah adat istiadat,karena adat istiadat mempunyai pengaruh besar pada diri sendiri serta pada masyarakat lain sehingga manusia hidup perlu dengan masyarakat sosial lainnya denga demikia dapat mempengaruhi akhlak individu.disini Secara terminologis,ada beberapa definisi tentang akhlak,salah satunya adalah: Menurut Al-Ghazali: “Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah,tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan”. Sumber akhlak dimaksudkan yaitu yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dan tercela .Sebagaimana karakteristik keseluruhan ajaran islam,maka sumber akhlak adalah al quran dan sunnah,dan bukan akal pikiran atau pandangan masyarakat sebagaimana pada konsep etika dan moral.Sehingga konsep akhlak adalah segala sesuatu itu di nilai baik dan buruk atau terpuji dan tercela,semata-mata karena syara (al quran dan sunnah). Demikian pula halnya dengan akal pikiran,Ia hanyalah salah stu potensi yang dimiliki manusia untuk mencari kebaikan atau keburukan.Dan keputusannya bermula dari pengalaman empiris kemudian di olah menurut kemampuan pengetahuan.Oleh karena itu keputusan yang di berikan akal hanya bersifat spekulatif dan subyektif. Dan dalam pembahasan selanjutnya tentangmasa sebelum islam ,islam mempunyai masa dalam perjalanan perkembangan islam misalkan pada masa sebelum islam,khususnya di jazirah Arab disebut masa jahiliyah.Istilah jahiliyah dipakai untuk menandai masa sebelum nabi Muhammad SAW lahir.Jahiliyah adalah mas kebodohan dimana manusia tidak mengerti tentang agama sehingga datangnya utusan Allah yaitu nabi Muhammad SAW untuk membenarkan akhlak mereka(umat manusia)di duniaMasa klasik taitu masa di mana para khalifah hidup sampai pada para tabiin-tabiinm,Masa pertengahan periode ini ditandai dengan kemunduran total imperium di Baghdad,pemerintahan pusat di Baghdad tidak hanya mempertahankan wilayah kekuasaannya.Masa modern /periode modern di tandai degan penetrasi barat atas dunia islam.Di mesir ekspedisi Napoleon Bonaparte(w 1821M)membawa dampak positif bagi rakyat Mesir khususnya dan dunia pada umumnya akhirnya ekspedisi Napoleon Bonaparte ini dapat membuka mata dunia islam dan menyadarkan kekurngan dan kemunduran ,terutama Turki dan Mesir,para penguasa dan pemikir islam mulai berpikir untuk memgembalikan citra keunggulannya atas Barat. Kontak islam dengan barat kini berlainan dengan persentuhan islam dan barat pada periode klsik,maka kemudian lahirlah aliran modernisasi dalam islam,dengan para pemikirnya yang berusaha mengembalikan kejayaan islam pada masa klasik. Islam sebagai sasaran studi social ini di maksudkan sebagai studi tentang islam sebagai gejal social,hal ini enyankut keadaan masyarakat penganut agam lengkap dengan struktur,lapisan serta berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan.Islam pun sebagai sasaran budaya dapat dimaksudkan penyebaran agama islam dulu denga adanya budaya,Karena agama adalah pranata sosial sebagai control terhadap instruksi-instruksi yang ada.Dengan demikian islam tidak berpatokan pda klekhusyukan saja melainkan juga pada kebudayaan,pemerintahan ,ekonomi,pertahanan. Oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa hasil pemikira manusia yang berupa interpretasiterhadap teks suci itu di sebut kebudayaan,maka system pemerintahan islam,system perdagangan islam,system pemerintahan isla,system perdagangan islam,system pertahanan islam,system keuangan islam dan sebagainya yan timbul sebagai hasil pemikiran manusia adalah kebudayaan pula.Klaupun ada perbedaannya iu terletak pada keadaan institusi-insitusi kemasyarakatan dalam islam,yang di susun atas dasar prinsip-prinsip yang tersebut dalam al quran. Serta penelitian agama dengan menggunakan pendekatan fiologio dapat dibagi dalam tiga pendekatan. Perlu di tekankan di sini bahwa ke tiga pendekatan di maksudkan tidak terpisah secara ekstrem,pendekatan-pendekatan bias over lapping,saling melengkapi atau bahkan dalam sudut pandang tertentu sama,ketiga pendekatan tersebut adalah metode tafsir,content analysis dan hermeneutika.Di tunjang dengan adanya ilmu kaalam yang mempunyai arti ilmu yang membicarakan tentang wujud Tuhan(Allah)sifat-sifat Allah,membicarakan pula tentang Rasul Allah ,sifat-sifat Rasul.berfilsafat adalah menemukan kebenaran yang sebenarnya.Serta tasawuf di mana ilmu ini memfokuskan perhatiannya pada pembersihan aspek rohani manusia sehingga dapat menimbulkan akhlak mulia. Salah satu tiang yang sangat penting dalam kebudayaan islam adalh pendidikan.Karena melalui proses pendidikanlah seluruh nilai,norma-norma dan pengetahuan ditransformasikan atau ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya .Sebagaimana pengertian pendidikan pada umumnya yang merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan ,pengajarn,atau latihan bagi peranannya masa yang akan datang.Para ahli hukum islam mendefinisikan fiqih adalah ilmu pengetahuan tentang hukum-hukum syara yang bersifat operasional (amaliyah) yang dihasilkan dari dalil-dalil yang terperinci. Dewasa ini peradaban dunia secara keseluruhan berada dalam tatanan global yang secara mendasar di topang oleh perkembangan teknologi komunikasi.Kiprah islam di era globalisasi sangat diperlukan karena islamyang bersifat toleran terhadap manusia karena islam sangat fleksibel dalam menanggapi suatu zaman global,fundamentalisme adalah penegakan aktifitas agama tertentu yang mendefinisikan agama secara mutlak dan harfiyah.Islam tidak tinggal diam sehingga islam mempunyai kiprah tersendiri di era globalisasi dengan cara islam menampilkan sikap yang lebih ramah dan sejuk sehingga menjadi pelipur lara bagi kegerahan hidup manusia modern,islam yang toleran terhadap manusia secara keseluruhan agama yang dianut sehingga mendatangkan kebaikan dan kedamaian untuk semua,islam pun menampilkan visi yang dinamis,kreatif,dan inovatif. Sehingga islam yang fleksibel seperti yang di terangkan di atas dapat membawa dampak yang baik di masyarakat dan penyebaran islam sendiri di khalayak ramai.Namun dengan adanya gerakan fundamentalisme yang mempunyai arti penegakan aktifitas agama tertentu yang mendefinisikan agama secara mutlak dan harfiyah.menimbulkan penekanan pokok pandangan supernatural yang menyebut tuhan memanifestasikan diri-Nya dalam alam dan sejarah melalui perbuatan-perrbuatan luar biasa yang melampaui hukum alam,kedua mereka bertekad menjadikan ajaran agama sebagai ukuran untuk membatasi kebebasan mengajar. Dan salah satu dari modernisai islam ialah post modernisai/neo-modernisme islam. Neo-modernisme di sini menjelaskan satu aliran pemikiran baru yang berusaha menggabungkan dua factor penting :modernisme dan tradisionalisme.Modernisme islam cenderung menampilkan dirinya sebagai pemikiran yang tegar,bahkan kaku.Sementara di pihak lain tradisionalisme islam cukup kaya dengan berbagai pemikiran klasik islam,tetapi justru dengan kekayaan itu para pendukung pola pemikiran ini sangat berorientasi pada lampau dan sangat selektif menerima gagasan- gagasan modernisasi. Islam tidak hanya menyebar di timur tengah saja tetepi juga islam menyebar keseluruh penjuru dunia terutama di Asia Tenggara,kerajaan islam pertama di Indonesia yakni di Sumatera adalah Samudera pasai yang melalui proses islamisasi dengan singgahnya pedagang-pedagang muslim sejak abad ke-7M,ke-8M dan seterusnya serta Aceh Darussalam dengan adanya puing-puing kerajaan Lamuri oleh Muzaffar Syah(1465-1497_atau abad ke-15M,dan dialah yang membangu kota Aceh Darussalam. Kerajaan-kerajaan islam di Jawa antara lain: Demak berdiri bersmaan dengan melemahnya posisi raja Majapahit.Hal itu memberi peluang kepada penguasa-penguasa islam di pesisir untuk membangun pusat-pusat kekuasaan yang independent,di bawah pimpinan Sunan Ampel Denta,Wali Songo bersepakat mengangkat Raden Patah menjadi raja pertama kerajaan Demak,kerajan pertama di Jawa,dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. ,Kesultanan Pajang sebagai pelanjut yang dipandang sebagai pewaris kerajaan islam Demak namun berakhirnya kerajaan Pajang pada tahun 1618 yang di tandai dengan Pajang yang memberontak terhadap Mataram yang ketika itu di bawah Sultan Agung Pajang di hancurkan dan rajanya melarikan diri ke Giri dan Surabaya. Awal dari kerajaan Mataram adalah ketika Sultan Adiwijaya dari Pajan meminta bantuan kepada ,Ki Pemanahan yang berasal dari daerh pedalaman untuk menghadpi dan menumpas pemberontakan Aria Penangsang tersebut di atas. Tidak beda jauh dengan kerajaan Pajang kerajaan Matarampun runtuh disebabkan oleh pemberontakan para ulama dengan tokoh spiritual Raden Kajoran. Dilanjutkan dengan kesultanan Cirebon yang kerajaan islam pertamanya di Jawa Barat,kerajaan ini didirikan oleh Sunan Gunung Jati.Di awal abad ke-16 Ci\rebon masih merupakan sebuah daerah kecil di bawah kekuasaan Paku Pajajaran.Dari sinilah Sunan Gunung Jati mengembangkan islam ke daerah-daerah lain di Jawa Barat seperti di Majalengka,Kuningan,Kawali(Galuh,),Sunda Kelapa,danBanten..Pada waktu itu Banten masih beraa di bawah kekuasaan raja-raja Sunda (dari Pajajaran ,atau mungkin sebelumnya Banten sudah menjadi kota yang berarti.Untuk menyebarkan islam di Jawa Barat, Kerajaan-kerajaan islam di Kalimantan antara lain kerajaan Banjar merupakan kelanjutan dari kerajaan Daha yang beragama Hindu.Peristiwanya di mulai ketika terjadi pertentangan dalam keluarga istana,antara Pangeran Samudera sebagai pewaris sah kerajaan Daha,dengan pamannya Pangeran Tumenggung namun setelah itu terjadi peperangan ,dalam peperangan itu Pangeran Samudera memperoleh kemenangan dan ssesuai dengan janjinya ia beserta kerabat keratin dan pemeluk Banjar menyatakan diri masuk islam .Pangeran Samudera sendiri setelah masuk islam di beri nama Sultan Suryanullah atau Suriansyah ,yang di nobatkan sebagai raja pertama dalam kerajaan islam Banjar. Di lanjutkan dengan kerajaa,Kutai,proses islamisasi di Kutai dan daerah sekitarnya di perkirakan terjadi pada tahun 1575 .Penyebaran lebih jauh ke daerah-daerah pedalaman di lakukuan terutama pada waktu puteranya Aji di Langgar dan pengganti-penggantinya meneruskan perang ke daerah Muara Kaman,,dan kerajaan islam di Maluku di bawah raja Ternate memeluk agama islam pada tahun 1460 dan nama raja itu adalah Vongi Tidore. serta di Sulawesi yang di tandai dengan kerajaan Gowa-Tallo kerajaan kembar yang saling berbatasan biasanya di sebut kerajaan Maksar.Kerajaan ini terletak di semenanjung barat daya pulau Sulawesi yang merupakan daerah transito sangat strategis.Gowa-Tallo menerima islam dengan peperangan Raja Bone pertama yang masuk islam dikenal dengan gelar Sultan Adam.Namun meski sudah islam peperangan antara dua kerajaan yang bersaing itu pada masa selanjutnya masih sering terjadi dan bahkan melibatkan Belanda untuk mengambil keuntungan politik daripadanya.dan adanya perang melawan penjajahan Belanda antara lain :perang padri yang pada mulanya dilakukan melalui ceramah di surau dan mesjid namun dalam peperangan pertama dengan belanda banyak mendapat kesulitan dan menderita kekalahan sehingga mereka harus mendatangkan bantuan dari Batavia,karena terus mendapat kesulitan dan menderita kekalahan Belanda mencari jalan damai dengan kaum paderi.Namun mereka licik secara tiba-tiba menyerang benteng bonjol sehingga dalam penyerangan itu tuanku Imam Bonjol henghembuskan napas terakhirnya.Dan di teruskan dengan perang diponegoro sampai dengan era reformasi sekarang ini. Islam tidak hanya berdiam diri pada waktu dijajah oleh Belanda,umat islampun ikut berperang untuk mempertahankan bangsa Indonesia.Dan islam pun tetap akan berjuang sampai nanti meski penjajahan Belanda telah berakhir namun islam tetap berjung demi kesejahteraan islam di Indonesia. Serta dengan penyebaran islam di Malaysia cukup mempunyai posisi penting di dunia islam karena kiprah keislamannya,dengan bahasa Melayu yang mereka gunakan dalam proses islamisasi di Negara-negara sekitar,sehingga Malaysia sangat kental dengan ajaran keislamannya misalnya di Negara-negara Filiphina yang mempunyai kepulauan 7107 pulau dengan jumlah penduduk sekitar 47 juta jiwa,orang-orang islam di filiphina menamakan dirinya”Moro”namun kaum islam di sana tak semulus islamisai di Indonesia karena mereka berintegrasi ecara penuh kepada pemerintah Republik Filiphina dan dengan program ini telah mengubah posisi mereka dari mayoritas menjadi minoritas hampir di segala bidang kehidupan. Islam merambah ke Thailand dengan runtuhnya kerajaan Pattani sebagai suatu kelompok etnik dan berbahasa Melayu serta beragama islam dipaksa menjadi suatu bagian yang tinggi dari masyarakat Thai yang berbeda secara etnik,bahasa maupun agama.DiSingapurayang merupakan Negara federasi Malaysia di Singapura mempunyai lembaga-lembaga keislaman misalnya MUIS,JAMIYAH yang menerbitkan artikel dan makalah yang disampaikan dalam beberapa seminar dan konferensi,dan perlu diketahui sebuah orestasi MUIS adalah mampu menerbitkan sebuah jurnal pertama kali berisi tentang masalah-masalah kaum Muslim Singapura ,yang bernama “fajar islam” pada tahun 1988. Di lanjutkan Brunai Darussalam yang relative tenang situasi politiknya dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara ,meski krisis moneter melanda kawasan global namun Brunai Darussalam tetap stabil hal ini di tunjang dengan adanya sumber daya alam yang menjanjikan sepert hasil tambang,lading minyak bumi yang merupakan penopang ekonomi,serta kecilnya kapasitas penduduk sehingga politik di Brunai tetap stabil.Dan lain sebagainya sehingga islam membuktikan dapat merambah ke negar-negara besar di Asia Tenggara dan Negara-negara besar lainnya di Dunia. Di resum dari buku Pengantar Studi Islam yang diterbitkan oleh IAIN Sunan Ampel Surabaya 2002 dengan tebal buku 311. BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Studi Islam Secara etimologis merupakan terjemahan dari bahasa Arab Dirasah Islamiah. Dalam kajian Barat Studi Islam disebut Islami Studies. Dengan demikian, studi islam secara harfiah adalah kajian tentang hal-hal yang berkaitan dengan ke islaman. Sedangkan pengertian terminologis tentang studi islam dalam kajian ini, yaitu kajian secara sistematis dan terpadu untuk mengetahui, memahami dan menganalisis secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan agama islam, pokok-pokok ajaran islam, sejarah islam, maupun realitas pelaksanaanya dalam kehidupan1. Secara teoritas islam adalah agama yang ajaran-ajaranya diwahyukan tuhan kepada manusia melalui Muhammad sebagai Rasul, Islam pada hakikatnya membawa ajaran yang bukan hanya mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. Sumber ajaran yang mengambil berbagi segi dari kehidupan manusia. Sumber ajaran yang mengambil berbagai aspek ialah Al-Quran dan Hadits. Sumber-smber ajaran islam yang merupakan bagian pilar penting kajian islam dimunculkan agar dikursuskan dan paradigma keislaman tidak keluar dari sumber asli, yaitu al- Quran dan al-hadits. 2. Studi Islam dalam Pandangan Fiqih Islam Istilah “hukum islam” merupakan kata yang populer dan dipergunakan dalam bahasa Indonesia. Dalam pembicaraan tentang hukum islam yang terdapat dalam literatur bahasa Arab adalah “Fiqih” dan “syariat” atau “hukum syara”. Menurut ahli hukum islam, fiqih adalah ilmu pengetahuan tentang hukum-hukum syara’ yang bersifat operasional (amaliyah) yang dihasilkan dari dalil-dalil yang terperinci. Sedangkan syari’at atau hukum syara’ adalah seperangakat urutan dasar tentang tingkah laku manusia yang ditetapkan secara umum dan dinyatakan langsung oleh Allah dan Rasul-Nya2 Mengetahui hukum Allah yang diturunkan melalui wahyu hanya bersifat aturan dasar dan hukum, maka perlu dirumuskan secara rinci dan operasional, sehingga dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, diperlukan usaha yang optimal penggalian dan perumusan praktis yang disebut ijtihad, yang dilakukan seorang pakar hukum yang dinamakan mujtahid. Langkah ini harus dilakukan, karena titah Allah yang bernilai hukun dalam al-Quran jumlahnya sangat terbatas, padahal persoalan yang harus diselesaikan sangat banyak, yaitu semua dimensi kehidupan dengan berbagai persoalannya dan persiapan hidupnya di akhirat kelak. Titah Allah dalam al-Quran ada yang menunjukkan hukum secara jelas dan pasti, yang biasa disebut dengan hukum qath’iy, sehingga tidak membutuhkan penjelasasn lebih lanjut. Namun ada titah Allah itu yang tidak menunjukkan hukum secara jelas, yang dikenal dengan sebutan dhanny, sehingga banyak membutuhkan penjelasan dan pengembangan pikiran yang biasa disebut dengan ijtihad. Hukum yang dhanny ini justru yang paling dominan dalam al-Quran dari pada qath’i. Dengan demikian, Al-Quran dan hadits sebagai aturan dasar yang bersifat umum ini, sebenarnya menunggu pemikiran-pemikiran kreatif dari pemeluknya, sehingga mudah direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. a. Penelitian Ilmu Fiqih Model Harun Nasution Harun Nasution mempunyi perhatian terhadap hukum islam. Penelitiannya dalam bidang hukum islam ini dituangkan secara ringkas dalam bukunya Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya Jilid II. Melalui penelitiannya secara ringkas namun mendalam tehadap berbagai literatur tentang hukum Islam dengan menggunakan pendekatan sejarah. Sesuai dengan penelitiannya, maka perolehan informasi tentang jumlah ayat al-quran yang berkaitan dengan hukum, yang jumlahnya 368 ayat 228 ayat atau 3 1/5 persec merupakan ayat yang mengungkap soal kehidupan kemasyarakatan umat, yaiatu ayat yang barkaiatan dengan hidup kekeluargaan, perkawinan, perceraian, dan hak waris, ayat-ayat mengenai perdagangan, perekonomian, 4 jual beli, sewa-menyewa, pinjam-meminjam, gadai, perseroan, dan kontrak. Ayat-ayat tentanng kriminal mengenai hubungan islam dan bukan islam, soal pengadialn, hubungan kaya dan miskin, seta mengenai soal kenegaraan. Selanjutnya harun nasution membagi perkembangan hukum islam kedalam empat periode, yaitu periode nabi, periode sahabat, periode ijtihad serta kemajuan, dan periode taklid serta kemunduran. Pada periode Nabi, karena segala persoalan dikembalikan kepada nabi untuk menyelesaikannya, maka nabi lah yang menjadi satu-satunya sumber hukum. Selanjutnya pada periode sahabat, karena daerah yang dikuasai islam bertambah luas dan termasuk kedalamya daerah diluar semenanjung arabiyah yang telah mempunyai kebudayaan tinggi dan susunan masyarakat yang bukan sederhana dibandingkan dengan masyarakat arabiyah ketika itu, maka sering dijumpai berbagai persoalan hukum. Untuk ini para sahabat disamping berpegang kepada al-quran dan sunah juga ijma’ para sababat. Pada periode ijtihad yang dinamakan oleh Harun Nasution sebagai periode kemajuan islam I (700-1000M), problema hukum yang dihadapi semakin beragam, sebagai akibat dari semakin bertambahnya daerah islam dengan berbagai macam bangsa masuk islam dengan membawa berbagai macam adat istiadat, tradisi, dan sistem kemasyarakatan. Dalam kaitan ini maka muncullah ahli-ahli hukum mujtahid yang disebut imam atau fakih (fukaha) dalam islam, dan pemuka hukum ini mempunyai murid. Pada masa ini timbulnya madzhab dalam hukum islam, yaitu Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ali Hanbal3. b. Penelitian Ilmu Fiqih Menurut Model Noel J. Coulson Noel J. Coulson menyajikan hasil penelitiannya di bidang Hukum Islam dalam karyanya berjudul Hukum Islam Dalam Perspektif Sejarah. Penelitian yang bersifat deskriptif analitis ini menggunakan pendekatan sejarah. Hasil penelitiannya itu dituangkan dalam tiga bagian. Bagian pertama menjelaskan tentang terbentuknya hukum syariat, yang didalamnya dibahas tentang legalisasi al-quran, praktik hukum di abad pertama Islam, akar, yurisprudensi sebagai madzhab pertama, Imam Asy-Syafi’i. Bagian kedua, berbicara tentang pemikiran dan praktik hukum Islam di abad pertengahan. Di dalamnya dibahas tentang teori hukum klasik, antara kesatuan dan keragaman, dampak aliran dalam sistem hukum, pemerintahan Islam dan Hukum syariat, masyarakat Islam dan hukum syariat. Bagian ketiga berbicara tentang hukum Islam dimasa modern yang didalamnya dibahas tentang penyerapan hukum Eropa, hukum syariat kontemporer, taklid dan pembaharuan hukum serta neo ijtihad. Ketika berbicara tentang legalisasi Al-Quran, Coulson mengatakan bahwa prinsipTuhan adalah satu-satunya pembentukan hukum dan bahwa semua perintah-Nya harus dijadikan kendali utama atau segenap aspek kehidupan sudahlah mapan. Hanya saja perintah-perintah itu tidak tersusun secara bulat dalam bentuk bab yang lengkap buat manusia. Selanjutnya peristiwa-peristiwa pada masa berikutnya menunjukkan bahwa konsep- konsep Al-Quran tidak lebih dari semacam mukadimah dari suatu hukum Islam, suatu kitab yang kemudian dioperasikan oleh generasi-generasi berikut secara terus-menerus. c. Penelitian Ilmu Fiqih Menurut Model Muhammad Atho Mudzar Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui materi fatwa yang dikemukakan Majelis Ulama Indonesia serta latar belakang sosial politik yang melatarbelakangi timbulnya fatwa tersebut. Produk fatwa Majelis Ulama Indonesia yang ditelitinya adalah terjadi di sekitar tahun 1975-1988 pada saat Menteri Agama dijabat masing-masing oleh A. Mukti Ali (1972-1978), Alamsyah Ratu Perwira Negara (1978-1983), dan Munawir Sjadzali (1983- 1988). Sementara itu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dijabat K.H. Hasan Basri. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam empat bab. Bab pertama mengemukakan tentang latar belakang dan karakteristik Islam di Indonesia serta pengaruhnya terhadap corak hukum Islam. 6 Pada bab kedua, disertai tersebut mengemukakan tentang Majelis Ulama Indonesia dari segi latar belakang didirikannya, sosiopolotik yang mengitarinya, hubungan Majelis Ulama Indonesia dengan pemerintah dan organisasi Islam serta organisasi non islam lainnya, dan berbagai fatwa yang dikeluarkannya. Pada bab ketiga, mengemukakan tentang isi produk fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia serta metode yang digunakannya. Fatwa-fatwa tersebut antara lain meliputi bidang ibadah ritual, masalah keluarga dan pernikahan, kebudayaan, makanan, perayaan hari-hari besar agama Nasrani, masalah kedokteran, keluarga berencana, dan aliran minoritas dalam Islam. Adapun bab keempat adalah berisi kesimpulan yang dihasilkan dari studi tersebut. Dalam kesimpulan tersebut dinyatakan bahwa MUI dalam kenyataannya tidak selalu konsisten mengikuti pola metodologi dalam penetapan fatwa sebagaimana dijumpai dalam ilmu fiqih. Fatwa-fatwa tersebut terkadang langsung merujuk pada Al-Quran sebelum merujuk pada hadits dan pada kitab fiqih yang ditulis para ulama madzhab. Sedangkan sebagian fatwa lainya terkadang tidak didukung oleh argumen yang meyakinkan, baik secara tekstual maupun rasional. Penelitian tersebut bermanfaat dalam upaya membuka pikiran dan pandangan para ulama fiqih di Indonesia yang cenderung kurang berani mengeluarkan fatwa, atau kurang produktif dalam menjawab berbagai masalah aktual yang muncul di masyarakat. Karena menyesuaikan hasil pemahaman ayat-ayat Al-Quran yang berkenaan dengan perkembangan zaman perlu dilakukan. Sehingga dengan cara inilah makna kehadiran Al-Quran secara fungsional dapat dirasakan oleh masyarakat4. BAB III PENUTUP Kesimpulan Ilmu fiqih adalah ilmu yang menjelaskan tentang aturan hukum 4Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1999 ) hal 331-332` 7 amal-amal yang zahir bagi kalangan mukalaf seperti ibadah dan muamalah, untuk mengetahui yang haram dan yang halal dari amal tersebut, dan yang diisyariatkan serta yang tidak. Kata fiqih dipakai untuk nama segala hukum agama, baik yang berhubungan dengan kepercayaan ataupun yang berhubungan dengan muamalah praktis. Segala hukum dinamai fiqih dan memahami hukum dinamai juga paham dengan fiqih. Fiqih atau hukum Islam tumbuh berkembang hingga sampai ke puncak perkembangannya menuju kesempurnaan. Fiqih islam tumbuh dari suatau yang telah ada yang terdapat pertama kali menjadi pendukung hukum Islam yang juga pengembangan ke penjuru dunia. Fiqih Islam meliputi pembahasan yang mengenai individu, masyarakat dan negara, melengkapi bidang ibadah, muamalah, kekeluargaan, perikatan kekayaan, warisan, kriminal, peradilan, acara pembuktian, kenegaraan, dan hukum-hukum internasional. Oleh karena itu, para ulama membagi ilmu fiqih pada garis besarnya menjadi dua bagian pokok. DAFTAR PUSTAKA Ahm, Asy’ari,dkk.. Pengantar Studi Islam. 2005. IAIN Sunan Ampel 8 Press : Surabaya Abdullah, Yatimin. Studi Islam Kontemporer. 2006. AMZAH: Jakarta Nata, Abuddin. Metodologi Studi Islam. 1999. PT. Grafindo Persada : Jakarta

PETA IMPIAN

Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai. Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja. Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat. Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan. Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. Tapi cakrawala yang mana…? Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon, dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian, sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit. Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian. Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar sebelum bisa mencapai pulau impian. Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian. Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”

ESENSI SEBUAH KEJUJURAN (pembelajaran ROSULULLOH)

Keterpurukan dan krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia selama lebih tiga dasawarsa terakhir ini tidak lebih disebabkan karena ketidak-jujuran para penguasa kita yang duduk di Legislatif, Ekskutif maupun Yudikatif. Hal ini menyebabkan negara Indonesia menyandang gelar negara terkorup se-ASEAN. Fenomena ini pun telah mengakar dan bahkan sudah menjadi tradisi di masyarakat kita, mulai dari kalangan bawah sampai kalangan papan atas (elite), aksi suap menyuap dimana-mana, para koruptor tak henti-hentinya memakan uang rakyat dan yang paling parah dan patut disayangkan sedikit sekali dari mereka yang berhasil diseret ke meja hijau oleh pihak yang berwajib untuk diadili. Berbicara tentang arti kejujuran, maka kita bisa mengambil hikmah dari potongan kisah salah satu Sahabat Nabi SAW. Suatu ketika seseorang sahabat Nabi datang kepada Nabi SAW. Kemudian Dia Matur kepada Rasul, ” wahai Muhammad Aku ingin ikut ajaranmu, Cuma aku masih senang mabuk-mabukan, mencuri, berzina dan berbohong. orang orang bilang kamu melarang kesukaanku itu, sungguh, aku tidak sanggup meninggalkanya, apakah masih ada peluang bagiku untuk bersamamu?’ Nabi menjawab, jangan khawatir, Islam terbuka pada siapa saja .kalau kamu masih ‘gemar’ dengan kebiasaanmu itu, tidak apa apa lah, tapi satu syarat yang harus kamu penuhi” apa itu Muhammad” Tanya laki laki itu penasaran “jujurlah jangan suka berdusta !!!. Dia terima persyaratan tersebut dan masuk Islam ” Gampang sekali agama Muhammad, syaratnya hanya jujur” gumannay dalam hati. Setelah keluar dari baitnya (dalem) Kanjeng Nabi, teman temannya menawarkan Khamer . Dia berfikir, ” kalau aku minum dan Muhammad Tanya bagaimana aku menjawabnya ? jika bohong aku mengingkari janjiku, dan kalau jujur, Muhammad pasti akan menghukumku dengan Had. Akhirnya Dia enggan meminum khamer. Dalam perjalanan pulang, diapun bertemu sahabat karibnya yang menawarkan gadis cantik untuk berzina, kebingingan dan keraguan kembali menderanya diapun memilih untuk menolaknya. Keesokan harinya, laki-laki itu menghadap Rasulullah SAW. Wahai Rasaulullh alangkah Indah ajarannmu, ketika kamu menyuruhmu untuk tidak berdusta, maka pintu maksiat tertutup bagiku , tak ada lagi hasrat untuk melakukannya” laki laki itupun bertaubat dan Nabi SAW. Hanya tersenyum bersyukur kepada ALLah SWT. Ilustrasi diatas dapat mengugah hati kita untuk bertanya tentang hakekat kejujuran dalam kehidupan sehari hari? Untuk itu penulis mencoba untuk mengungkap tabir rahasia arti sebuah kejujuran. Jujur dalam kosa kata bahasa arabnya adalah as-sidqu. Para ulama menggambarkan arti jujur dengan persesuain kata hati dengan realitas. Alqusyairi mengatakan bahwa jujur merupakan keseimbangan antara yang sirr (rahasia/tersembunyi) dan alaniyah ( kasat mata). (ar-risalah Al-Qusyairiyah hal 116) Lebih lanjut, al juanid berpendapat, hakekat kejujuran adalah berkata benar dalam kondisi yang gawat yang memaksa dia untuk berdusta akan tetapi dia tetap konsis untuk tetap berkata yang benar. Dengan demikian seseorang yang perkataan dan perbuatanya benar dan sesuai dengan kenyatan kemudian dia merefleksikan kebenaran itu dengan perbuatan maka orang inilaha yang disebut dengan as-shidiq Dalam kitabnya Ihya Ulumiddin Imam Ghozali menjelaskan bahwa kata as-sidqu (jujur) digunakan pada enam pengertian. Pertama, shidqu al-lisan ( jujur dalam perkataan ) maka dari sini perkataan seseorang harus sesuai dengan kenyataan yang ada termasuk menepati janji. Dalam hal ini ada dua komponen penting Pertama, menghiundar dari ma’aridl ( hal hal yang tidak sesuai dengan realitas) karena tujuan jujur adalah apa yang dimaksud secara esensial bukan luarnya maka tidak bisa dikatakan jujur jika seseorang yang berkata tanpa tahu apa yang sesungguhnya. Kedua, menjaga arti kejujuran dalam perkatan yang digunakan untuk munajat kepada allah. Dalam arti apa yang dia ucapkan sesuai dengan apa yang ada didalam hati. Kedua, shidqu fi an-niat wa al-irodah (jujur dalam niat dan kehendak) artinya semua yang kita lakukan benar benar murni diniati karena allah tidak ada motifator lain yang menyuruh kita untuk bergerak dan diam kecuali sang maha pencipta. Ketiga, shidqu al-azmi (jujur dalam tekad) artinya kita bertekad dengan sungguh untuk melaksanakan keinginan demi kebaikan misalnya saja anda bertekad untuk menjadi presiden yang adil bijaksana, anti korup dan sebagainya. Keempat, as-shidqu fil wafa bi al-azmi ( jujur dalam melaksanakan tekad ) hal ini merupakan konsekwensi dari shidqu al-azmi karena ketika impian sudah menjadi kenyataan maka kita harus merealisasikan sesuai dengan apa yang sudah menjadi tekad kita sejak awal. Kelima, as-shidqu fi a’mal (jujur dalam perbutan) artinya perbuatan kita merupakan cerminan apa yang ada didalam hati, kalau kita berbaju koko (taqwa) dengan peci putih maka paling tidak hati kita benar benar bertaqwa dan putih bersih dari sifat tercela sesuai dengan dhahirnya. Keenam, as-shidqu fi maqamati al din (jujur dala maqam maqam agama) seperti jujur dalam zuhud ikhlas, ridho, tawakkal, cinta dan sebagainya, maka dengan demikian kita sungguh telah menjalani didalam maqom maqom tersebut. Meskipun tidak semua jujur adalah baik seperti mnyebarkan aib seseorang, adu domba , memberikan informasi yang tidak disukai oleh keluarganya dan sebaigainya akan tetapi kejujuran juga bisa mengatarkan kita kepada ke-haraman ketika kejujuran itu akan mendatangkan malapetaka dan kerusakan sebaliknya jujur akan membawa kedamaian jika mampu memahami makna dan esensi sebuah kejujuran. Dari urain diatas, kita bisa petik bahwa betapa sebuah kejujuran merupakan inti dari pergaulan dan syarat berinterkasi antar sesame manusia dalam kehidupan sehari hari. Makanya bukan berlebihan jika Nabi SAW. Bersabda. ” sesunguhnya jujur mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan membaewa ke surga, sesungguhnya seorang laki laki haruslah bersikap jujur sehingga ia menjadi seoarang yang shiddiq” Paling tidak, Dengan kejujuran maka empat hikmah yang akan dapat kita raih, pertama, sikap kelapangan dan ketengan jiwa karena Nabi juga bersabda ” kejujuran itu adalah ketenangan” Kedua. Mendapakatkan keberkakahan dalam usaha kita (bisnis) ketiga, mendapatkan keuntungan Dunia dan akherat dengan pahala yang seperti yang diberikan kepada para stuhada’. keempat, akan terhindar dari hal hal yang dibenci. Maka dari sinilah, mari bersama sama menciptakan kejujuran didalam segala bidang, berawal dari diri kita masing masing agar kita termasuk orang orang yang melaksanakan perintahNya sesuai firman Allah SWT pada surat attaubah yang artinya : ” wahai orang orang yang beriman , bertaqwalah kalian kepada allah dan jadilah kalian bersama orang orang yang jujur (QS. At-Taubah : 199) fal yatammal ya turooooo!!!!!!!!!

Thursday, April 26, 2012

Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dibangun atas 8 (delapan) prinsip

Kedelapan prinsip yang merupakan ruh dari standar ISO 9001:2008 ini dituangkan dalam bentuk klausul-klausul (persyaratan) sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang juga berjumlah 8 (delapan) klausul. Kedelapan prinsip itu adalah: 1. Fokus Pada Pelanggan Keberlangsungan suatu perusahaan sangatlah bergantung kepada pelanggannya. Oleh karena itu, pelanggan menjadi salah satu fokus penting yang harus diperhatikan. Perusahaan yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 diharuskan memiliki strategi khusus untuk teruse menerus memantau kepuasan pelanggan. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah: • Meneliti dan memahami kebutuhan dan harapan pelanggan • Memastikan bahwa tujuan organisasi selaras dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. • Mengkomunikasikan pentingnya memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan di seluruh tingkatan organisasi. • Mengukur kepuasan pelanggan (survey kepuasan pelanggan) dan menindaklanjuti hasilnya. • Memastikan pendekatan yang seimbang antara kepuasan pelanggan dan kepuasan pihak berkepentingan lainnya (seperti pemilik, karyawan, pemasok, pemodal, masyarakat lokal dan masyarakat secara keseluruhan). 2. Kepemimpinan Pemimpin merupakan elemen terpenting di dalam suatu organisasi. Keberhasilan suatu organisasi biasanya dimulai dari kecakapan pemimpin dalam memaksimalkan potensi sumber daya yang dimilikinya. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait dengan prinsip ini adalah: • Memperhatikan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan termasuk pelanggan, pemilik, karyawan, pemasok, pemodal, masyarakat lokal dan masyarakat secara keseluruhan. • Membangun visi yang jelas tentang masa depan organisasi. • Menetapkan tujuan dan target yang SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, Time Target) • Menyediakan Sumberdaya yang diperlukan baik Sumber daya manusia atau assset. • Memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan 3. Keterlibatan Karyawan Sebaik apapun strategi yang ditetapkan pihak manajemen tidak akan ada gunanya bila tidak diamini oleh seluruh karyawan yang ada di organisasi. Oleh karena itu, peran aktif dari karyawan sangat dibutuhkan untuk keberhasilan implementasi sistem manajemen mutu. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk prinsip ini adalah: • Setiap karyawan harus memahami pentingnya kontribusi dan peran mereka dalam organisasi. • Setiap karyawan harus mengidentifikasi hambatan terhadap kinerja mereka. • Setiap karyawan harus memahami tugas dan tanggung jawab mereka. • Setiap karyawan harus secara aktif mencari kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan pengalaman. • Setiap karyawan bebas berbagi pengetahuan dan pengalaman. 4. Pendekatan Proses Sebuah hasil yang hendak dicapai akan lebih efisien diraih ketika kegiatan-kegiatan dan sumberdaya terkait dikelola sebagai suatu kesatuan proses yang tidak dapat dipisahkan. Ini juga berarti bahwa yang terpenting dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 adalah proses bukan hasil. Artinya, target yang tidak tercapai bukanlah masalah majour yang tidak dapat dimaafkan selama kegagalan tersebut dianalisis dan dilakukan perbaikan ke depannya. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah: • Mendefinisikan dan menetapkan semua kegiatan yang diperlukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. • Menetapkan tanggung jawab yang jelas dan akuntabilitas untuk mengelola kegiatan kunci (utama) organisasi. • Menganalisis dan mengukur dari kemampuan kegiatan kunci. • Mengidentifikasi interaksi proses antara suatu bagian dengan bagian yang lain di dalam organisasi. • Berfokus pada faktor-faktor seperti sumber daya, metode, dan bahan-bahan yang akan meningkatkan kegiatan kunci dari organisasi. • Mengevaluasi risiko, konsekuensi dan dampak dari kegiatan pada pelanggan, pemasok dan pihak berkepentingan lainnya. 5. Pendekatan Sistem Pada Manajemen Mengidentifikasi, memahami dan mengelola proses yang saling berkaitan sebagai suatu sistem memberikan kontribusi pada efektifitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini: • Penataan sistem untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara yang paling efektif dan efisien. • Memahami keterkaitan antara proses-proses dalam suatu sistem. • Menyelaraskan dan mengintegrasikan proses-proses yang ada. • Memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran dan tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama dan dengan demikian mengurangi hambatan lintas-fungsional. • Memahami kemampuan organisasi dan menetapkan kendala sumber daya sebelum mengambil tindakan. • Terus meningkatkan sistem melalui pengukuran dan evaluasi. 6. Perbaikan yang terus menerus Perbaikan berkesinambungan dari kinerja keseluruhan organisasi harus menjadi tujuan tetap organisasi. Ini juga berarti bahwa organisasi tidak boleh puas terhadap hasil yang dicapai. Harus selalu ada peningkatan performa dari tahun ke tahun. Beberapa hal yang harus dilakukan tekait prinsip ini adalah: • Secara periodik melakukan pemeriksaan sistem seperti menjalankan kegiatan inetranal audit • Secara periodik mengadakan rapat khusus yang membahas masalah yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu (biasa disebut rapat tinjauan manajemen). 7. Pendekatan Faktual pada Pengambilan Keputusan Keputusan yang efektif adalah keputusa didasarkan pada analisis data dan informasi yang benar. Hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah: • Memastikan bahwa data dan informasi yang ada cukup akurat dan dapat diandalkan. • Membuat data yang dapat diakses oleh mereka yang membutuhkannya. • Menganalisis data dan informasi menggunakan metode yang valid. • Membuat keputusan dan mengambil tindakan berdasarkan pada analisis faktual, seimbang dengan pengalaman dan intuisi. 8. Hubungan yang Saling Menguntungkan dengan Pemasok Suatu organisasi dan pemasoknya adalah saling tergantung dan hubungan yang saling menguntungkan dan meningkatkan kemampuan keduanya untuk mencapai target. Mutu produk atau jasa yang diberikan oleh pihak ketiga (vendor, rekanan, supplier) sangat mempengaruhi mutu akhir produk (barang maupun jasa) suatu organisasi. Oleh karena itu, memantau kinerja pemasok merupakan hal yang sangat ditekankan dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah: • Membangun hubungan yang menyeimbangkan keuntungan jangka pendek dengan pertimbangan jangka panjang. • Melakukan seleksi dan evaluasi terhadap semua pemasok produk (barang / jasa) yang mempengaruhi hasil akhir produk (barang/jasa) organisai. Demikianlah 8 (delapan) prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 yang menjadi dasar-dasar penerapan ISO 9001:2008. 8 prinsip ini bagaikan Pancasila sedangkan 8 klausulnya merupakan Undang-undang dasarnya. 8 prinsip ini bila diterapkan seutuhnya maka akan mampu membantu organisasi anda dalam meraih apa yang menjadi target organisasi anda. ( rangkuman dari berbagai sumber )

Sunday, April 22, 2012

ANAK DURHAKA

Ada seorang anak lelaki tunggal, hanya saja mulutnya suka bicara kotor dan kasar. Dia selalu melemparkan celaan dan mengumpat orang tuanya tanpa memperhatikan perasaan mereka, sering durhaka, dan meremehkan ajaran agama Islam. Bahkan, tidak pernah taat atau memuliakan keduanya. Selalu saja menyakiti hati dengan kata-kata yang pedas. Kedurhakaannya semakin meningkat setelah ayahnya meninggal dunia. Ia berhati kasar terhadap sang ibu. Ibunya yang menderita ini selalu saja menyampaikan nasihat kepada anak tunggalnya agar tidak berkawan dengan teman-teman yang buruk akhlaknya karena mereka itulah yang menyebabkan anak tunggalnya jauh dan ajaran agama, tidak berakhlak mulia, ketinggalan pelajaran, dan sifat jelek lainnya. Namun, anak tunggal ini tidak pernah mendengar nasihat ibunya. Bahkan, melemparkan kata-kata menyakitkan yang keluar dari hati yang keras membatu. Jika ibunya tidak berhenti menasihatinya, maka ia mengancam akan lapor kepada paman-pamannya agar mereka memberi pelajaran kepada ibunya. Namun, ia malah mencela paman dan bibinya, padahal ia telah berumur 24 tahun. Usia yang tidak seorang pun bisa mengendalikan keinginannya sebab ia dapat melawan siapa saja. Semakin hari ia semakin durhaka kepada ibunya dengan melemparkan kata-kata kotor dan menyakitkan. Suatu hari saat setan telah berhasil menguasai nafsunya, ia mengambil sandal dan melemparkannya ke arah ibunya tanpa perasaan dosa atau bersalah. Sandal itu tepat mengenai punggung si ibu. Kemudian, si ibu menangis dan menyesali nasibnya. Saking sakitnya, si ibu menyumpahi anaknya, walaupun dengan bercucuran air mata. Pada tengah malam anak yang durhaka itu baru pulang ke rumah setelah bermain-main dengan kawan-kawannya yang jahat, lalu masuk kamar dan tidur pulas. Keesokan harinya, ketika ia bangun tidur, tiba-tiba ia tidak dapat menggerakkan tangan kanannya.... Tangan yang diguna¬kan untuk melempar ibunya dengan sandal. Ya benar, sama sekali tangannya tidak dapat digerakkan!! Tangan kanannya lumpuh. Kemudian, ia menutup pintu kamar tidurnya dengan keras dan menangisi nasib dirinya atas perbuatan dosanya ter¬hadap sang ibu. Mengetahui musibah yang menimpa anak tung¬galnya, si ibu merasa kasihan karena tidak bisa berbuat apa-apa, lalu beliau mendoakan agar Allah memberi kesembuhan kepada anak tunggalnya. Bagaimana bisa terjadi sehingga anak itu tega melempar ibu kandungnya dengan sandal? Sesungguhnya manusia yang paling bodoh sekalipun tidak mungkin melakukan perbuatan dosa seperti itu. Hal tersebut tidak dilakukan manusia terhadap binatang kesayangannya karena belas kasih! Sudah hilangkah ajaran agama dan hati nuraninya? Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melarang hamba-Nya untuk berkata "ah" kepada kedua orang tuanya, dan agar berlemah lembut dan sopan-santun terhadapnya. Bagaimana nasib seseorang yang berbuat dosa terhadap kedua orang tuanya, seperti, melemparnya dengan sandal? Apakah mungkin dikatakan ia masih memegang nilai-nilai Islam? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, ''Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah-payah dan melahirkannya dengan susah¬ payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya ada¬lah 30 bulan sehingga apabila dia telah dewasa dan umur¬nya sampai 40 tahun, ia berdoa, 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada Ibu-bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang salih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. "(Al-Ahqaf: 15).

Sunday, April 8, 2012

" Allah tidak akan mengubah nasib Anda sebelum Anda berusaha mengubah nasib diri Anda sendiri"

Monday, March 19, 2012

KUNCI TRY OUT UJIAN SEKOLAH XII IPA MATEMATIKA SMAI ALAZKA 2012

1. A 2. A 3. B 4. D 5. E 6. A 7. A 8. E 9. B 10. A 11. D 12. A 13. D 14. B 15. A 16. D 17. D 18. B 19. C 20. E 21. A 22. E 23. A 24. B 25. D 26. D 27. C 28. D 29. B 30. D 31. A 32. E 33. B 34. B 35. C 36. C 37. C 38. D 39. C 40. D

Sunday, March 18, 2012

8 Tips Lahirkan anak soleh

Anak adalah rezeki daripada Allah yang sudah selayaknya pasangan suami isteri bersyukur atas rezeki berkenaan. Dalam surah as-Syura ayat 49 dan 50, Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Ia kehendaki. Dia memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak lelaki kepada siapa yang Ia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis lelaki dan perempuan (kepada siapa yang Ia kehendaki). Dan Dia menjadikan mandul kepada siapa yang Ia kehendaki. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” Antara bentuk rasa syukur adalah mengambil berat persoalan anak. Dengan demikian, terjalin hubungan harmoni dalam keluarga, lahirlah anak yang taat kepada dua ibu bapanya serta terbentuklah watak anak salih yang dapat membangunkan agama, bangsa dan negara. Islam adalah agama yang sempurna. Islam sudah mengajar seluruh aspek kehidupan, termasuk hak anak yang perlu dipenuhi oleh kedua ibu bapa. Antara hak anak dalam Islam iaitu hendaklah mencari pasangan yang baik buat anak yang bakal dilahirkan hasil daripada perkahwinan. Rasulullah SAW sudah mengajar pemuda yang ingin berkahwin agar memilih wanita yang salihah. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Seseorang wanita itu dinikahi kerana empat perkara: kerana hartanya, kerana kedudukannya, kerana kecantikannya dan kerana agamanya. Pilihlah wanita yang beragama, maka engkau akan beruntung – Hadis riwayat al-Bukhari. Kedua, hendaklah membaca doa sebelum melakukan hubungan badan agar terhindar daripada gangguan syaitan. Rasulullah SAW telah mengajar kepada kita seperti dalam satu hadis Baginda bersabda: “Sekiranya seseorang di antara kamu ketika hendak mendatangi isterinya, maka hendaklah ia membaca: “Bismillah, Allahumma jannibnas Syaitana wajannibis syaitana ma razaktana. Maksudnya: Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah syaitan daripada kami dan jauhkanlah syaitan daripada apa yang Engkau rezekikan kepada kami. Jika Allah takdirkan (dengan hubungan tersebut lahir) seorang anak, maka syaitan tidak boleh memudaratkannya.” – Riwayat al-Bukhari. Ketiga, hendaklah mengambil berat bayi yang berada dalam kandungan ibunya. Perhatian itu sama ada kesihatan bayi yang dikandungnya, mahupun sifat-sifat yang akan diturunkan daripada ibu kepada anaknya. Keempat, seorang ibu hendaklah sedar terhadap apa yang dikerjakan sehariannya agar tidak melakukan perkara buruk yang akan berpengaruh kepada bayinya nanti. Kelima, hendaklah menerima dengan senang hati bayi yang dilahirkannya sama ada perempuan atau lelaki. Kerana ada di kalangan pasangan yang tidak suka jika lahir anak perempuan. Sikap ini adalah sifat jahiliah yang perlu dijauhi. Orang Quraisy pada zaman jahiliah apabila lahirnya anak perempuan, maka mereka membunuhnya. Begitu juga kadang-kadang Allah SWT menguji ibu dan ayah dengan anak yang kurang sempurna seperti buta, bisu, pekak. Sekiranya ibu bapa itu menerima dengan berlapang dada, maka ia tetap berasa senang. Namun, sekiranya ibu bapa tidak senang menerimanya, ia boleh membawa kepada penceraian atau pembunuhan pada anak tersebut. Keenam, memberi nama anak yang baik. Sesungguhnya anak berhak untuk diberi nama yang baik dan bagus didengar. Nama itulah yang akan mewakili dirinya untuk kehidupannya kelak. Oleh itu, janganlah tersalah memberi nama. Janganlah diberi nama yang ada unsur menyamai dengan agama lain atau ahli maksiat dan orang yang terkenal kejahatannya. Berilah nama yang dianjurkan seperti nama yang menunjukkan perhambaan kepada Allah, nama Nabi dan orang yang salih. Ketujuh, memberikan anak itu rasa aman dan tenteram daripada hal yang menakutkan dan perkara yang boleh merosakkan akidahnya. Jangan suka menakutkan dengan mengatakan kepadanya ada hantu kerana ia boleh merosakkan mental dan agamanya. Kelapan, memberi pendidikan agama yang cukup. Kesembilan, menjaga kesucian anak itu dengan menikahkannya sekiranya rasa perlu dan mampu untuknya. Demikianlah antara hak-hak anak. Wallahua’lam

MODALITAS BELAJAR

Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”. 1. Visual (belajar dengan cara melihat) Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi. Ciri-ciri gaya belajar visual : ² Bicara agak cepat ² Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi ² Tidak mudah terganggu oleh keributan ² Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar ² Lebih suka membaca dari pada dibacakan ² Pembaca cepat dan tekun ² Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata ² Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato ² Lebih suka musik dari pada seni ² Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual : 1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta. 2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting. 3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi. 4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video). 5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar. 2. Auditori (belajar dengan cara mendengar) Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset. Ciri-ciri gaya belajar auditori : ² Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri ² Penampilan rapi ² Mudah terganggu oleh keributan ² Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat ² Senang membaca dengan keras dan mendengarkan ² Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca ² Biasanya ia pembicara yang fasih ² Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya ² Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik ² Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual ² Berbicara dalam irama yang terpola ² Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori : 1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga. 2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras. 3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak. 4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal. 5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur. 3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh) Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik : ² Berbicara perlahan ² Penampilan rapi ² Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan ² Belajar melalui memanipulasi dan praktek ² Menghafal dengan cara berjalan dan melihat ² Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca ² Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita ² Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca ² Menyukai permainan yang menyibukkan ² Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu ² Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik: 1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam. 2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru). 3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar. 4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan. 5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik. Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan gaya belajar Anda? Wallahu’alam

Monday, March 12, 2012

Membangun Komunikasi Intern yang Efektif di Sekolah

1. Pengertian Dilihat dari ruang lingkupnya komunikasi yang terjadi dalam organisasi sekolah terbagi atas komunikasi intern dan komunikasi ekstern. Komunikasi intern merupakan komunikasi antar personel yang ada di sekolah. Komunikasi harus selalu di kembangkan baik oleh kepala sekolah maupun oleh personel lainya. Komunikasi intern yang baik akan memberikan kemudahan dan keringanan dalam melaksanakan pekerjaan sekolah yang merupakan tugas bersama. Upaya membina komunikasi intern tidak sekedar untuk menciptakan kondisi yang menarik dan hangat, tetapi akan mendapatkan makna yang mendalam dan berarti bagi pendidikan dalam suatu sekolah. Dengan demikian setiap personel dapat bekerja dengan tenang dan menyenangkan serta terdorong untuk berprestasi lebih baik, dan mengerjakan tugas mendidiknya dengan penuh kesadaran. 2. Prinsip komunikasi Intern Prinsip-prinsip komunikasi intern yang harus dimiliki oleh kepala sekolah: a. Bersikap terbuka, tidak memaksakan kehendak tapi bertindak sebagai fasilitator yang mendorong suasana demokratis dan kekeluargaan. b. Mendorong guru untuk mau dan mampu mengemukakan pendapatnya dalam memecahkan masalah yang dan mendorong supaya guru dan karyawan mau melaksanakan aktifitas dan berkreatifitas. c. Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka dan mendengarkan pendapat orang lain. d. Mendorong para guru dan pegawai untuk mengambil keputusan yang terbaik dan mentaati keputusan itu. e. Berlaku sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, perantara dan pengambil kesimpulan secara redaksional. Adapun prinsip komunikasi intern yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan organisasi selain tersebut di atas adalah sebagai berikut : a. Pimpinan harus mengadakan persiapan secara seksama sebelum berkomunikasi. b. Pimpinan harus membangkitkan perhatian komunikator sebelum komunikasi dimulai. c. Memelihara kontak pribadi selama berkomunikasi. d. Tunjukan diri sebagai komunikator yang baik. e. Berbicara secara menyakinkan. f. Bersikap empatik dan simpatik. g. Bertindak sebagai pembimbing bukan pendorong. h. Mengemukakan pesan komunikasi yang menyangkut kepentingan komunikan, bukan kepentingan komunikator semata. 3. Bentuk-bentuk komunikasi intern a. Komunikasi Kebawah (Downward communication) atau komunikasi kepala sekolah dengan para guru dan karyawan. Yaitu komunikasi yang bergerak dari pimpinan ke bawahan. Tiap komunikasi yang mengalir dari pimpinan puncak hingga ke bawah mengikuti hierarki adalah komunikasi kebawah. Pendapat lain mengatakan bahwa komuniukasi kebawah adalah komunikasi yang mengalir dari pucuk pimpinan ke berbagai jenjang yang ada dibawahnya, berisi yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi pimpinan. Dengan demikian komuniksi kebawah adalah komunikasi yang datang dari kepala sekolah SMP Negeri 1 Suruh Kabupaten Semarang. Tipe-tipe komunikasi kebawah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Instruksi tugas Instruksi tugas/pekerjaan yaitu pesan yang disampaikan kepada bawahan mengenai apa yang diharapkan dilakukan mereka dan bagaimana melakukanya. Pesan itu dapat berupa perintah langsung, deskripsi tugas, prosedur manual, program latihan tertentu. 2. Rasional Rasional pekerjaan adalah pesan yang menjelaskan mengenai tujuan aktivitas dan bagaimana kaitan aktifitas itu dengan aktifitas lain dalam organisasi atau obyek organisasi. Kualitas dan kwantitas dari komunikasi rasional ditentukan oleh filosofi dan asumsi pimpinan mengenai bawahanya. Bila pimpinan menganggap bawahanya pemalas maka pimpinan memberikan pesan yang bersifat rasional ini sedikit tetapi bila bawahan dapat memotivasi dirinya sendiri maka pesan rasional yang disampaikan banyak 3. Ideologi Pesan mengenai ideologi ini adalah merupakan perluasan dari pesan rasional. Pesan rasional penekananya ada pada penjelasan tugas dan kaitannya dengan perspektif organisasi. Sedangkan pada pesan ideologi sebaliknya mencari sokongan dan antusias dari anggota organisasi guna memperkuat loyalitas, moral dan motivasi. 4. Informasi Pesan informasi dimaksudkan untuk memperkenalkan bawahan dengan praktik-praktik organisasi, peraturan-peraturan organisasi, kebiasaan dan data lain yang tidak berhubungan dengan instruksi dan rasional. 5. Balikan Balikan adalah pesan yang berisi informasi mengenai ketepatan individu dalam melakukan pekerjaan. Salah satu bentuk sederhana dari balikan ini adalah apabila pimpinan tidak mengkritik pekerjaannya, berarti pekerjaanya sudah memuaskan. b. Komunikasi keatas (Upward Communication) atau komunikasi guru dan karyawan kepada kepala sekolah Adalah arus komunikasi yang bergerak dari bawah keatas. Pesan yang disampaikan antara lain laporan pelaksanaan pekerjaan, keluhan karyawan, sikap dan perasaan karyawan tentang beberapa hal, pengembangan prosedur dan teknik, informasi tentang produksi dan hasil yang dicapai, dll. Jika arus informasi keatas tidak lancar maka manajemen tingkat atas atau pimpinan kurang mengetahui dan menyadari secara tepat keadaan organisasi pada umumnya. Alasan pentingnya Komunikasi dari bawah ke pimpinan antara lain, Pertama pimpinan mendapatkan informasi yang di perlukan untuk menilai berbagai kekurangan, sebagai bahan pengambilan keputusan dan mungkin untuk memperbaiki komunikasi kebawah, terutama melalui beberapa jenis balikan. Balikan ini perlu untuk menentukan apakah pegawai-pegawai telah menerima atau mengerti pesan-pesan yang di sampaikan kepada mereka. Kedua, tanpa mekanisme komunikasi keatas melalui mana pegawai yang lebih rendah dapat mengajukan pertanyaan, menyatakan pendapat atau usul, menyatakan rasa tidak puas, menyatakan keluhan atau mengajukan saran-saran mengenai kebijakan yang telah di tetapkan. Metode komunikasi kebawah dapat dilakukan antara lain : a. Ketersediaan Metode-metode yang sudah tersedia dalam suatu organisasi lebih cenderung untuk digunakan. Bila diperlukan dapat ditambah dengan metode lain untuk menjadikan lebih efektif. Dalam hal ini penggunaan metode komunikasi cenderung menggunakan sarana-sarana yang telah tersedia dalam organisasi. Misalnya dalam menyampaikan informasi dari pimpinan dengan menggunakan memo, atau surat perintah dll. b. Biaya Pertimbangan biaya yang paling murah akan cenderung dipilih untuk menyebarluaskan informasi yang bersifat rutin dan tidak mendesak. Tetapi bila informasi yang akan dikomunikasikan tidak bersifat rutin dan mendesak maka soal biaya tidak begitu dipertimbangkan agar informasi cepat sampai. Dalam penyampaian informasi keseluruh komponen organisasi pemilihan biaya yang paling murah harus dipertimbangkan organisasi agar penggunaan biaya tidak mengganggu jalannya organisasi dan penyampaian informasi dapat lebih efektif. c. Dampak Metode yang memberikan dampak atau kesan yang lebih besar akan sering dipilih atau digunakan daripada metode yang sedang atau kurang dampaknya. Dalam penggunaan metode ini akan dipilih metode yang dapat memberikan kesan yang berarti kepada penerima pesan akan lebih sering digunakan karena hal tersebut akan lebih mempercepat pemahaman dari penyampaian informasi yang disampaikan d. Relevansi Metode yang relevan dengan tujuan yang akan dicapai paling sering dipilih. Penggunaan metode komunikasi kebawah harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dari penyampaian informasi tersebut. Misalnya untuk memberikan informasi yang pendek mungkin lebih tepat digunakan metode lisan yang diikuti dengan penggunaan memo. Tetapi jika tujuan untuk memberikan informasi yang kompleks dan rinci maka lebih tepat menggunakan metode laporan secara tertulis. e. Respon Pemilihan metode juga dipengaruhi oleh apakah respon terhadap informasi itu diinginkan atau diperlukan. Bila diinginkan maka metode lisan secara tatapmuka lebih efektif dalam bentuk interpersonal maupun rapat. Dalam hal ini adalah efek yang terjadi setelah informasi tersebut disampaikan kepada bawahan, apakah respon dari bawahan bagus atau tidak, maka hal tersebut harus selalu dipertimbangkan oleh pimpinan supaya tika memberikan dampak yang buruk bagi organisasi. f. Skill Metode yang paling cocok digunakan adalah metode yang paling sesuai dengan skill si penerima dan si pengirim. Bila si penerima mempunyai latar belakang pendidikan yang kurang, maka metode tulisan yang bersifat kompleks kurang tepat digunakan. Penggunaan metode penyampaian informasi harus memperhatikan kemampuan dari si penerima informasi, agar dapat dicapai efektifitas penyampaian informasi karena kemampuan menerima informasi dari setiap orang berbeda. Selanjutnya mana metode yang paling efektif dan paling sering digunakan oleh pimpinan adalah penggunaan saluran kombinasi cenderung memberikan hasil yang terbaik. Dengan kata lain, untuk menyampaikan informasi kepada para pegawai dengan tepat. Kombiasi saluran tulisan dan lisan memberikan hasil terbaik. Mengirimkan pesan menggunakan lebih dari satu saluran terasa berlebihan tetapi hal ini ternyata dapat memastikan bahwa pesan tersebut akan selalu diingat oleh bawahan. Komunikasi keatas mempunyai beberapa fungsi atau nilai tertentu sebagai berikut: a. Dengan adanya komunikasi keatas pimpinan dapat mengetahui kapan bawahannya siap untuk diberi informasi dari mereka dan bagaimana baiknya pimpinan menerima apa yang disampaikan karyawan. b. Arus komunikasi keatas memberikan informasi yang berharga bagi pembuatan keputusan. c. Komunikasi keatas memperkuat apresiasi dan loyalitas bawahan terhadap organisasi dengan jalan memberikan kesempatan untuk menanyakan pertanyaan mengajukan ide-ide dan saran-saran tentang jalannya organisasi. d. Komunikasi keatas membolehkan, bahkan mendorong desas-desus muncul dan membiarkan pimpinan mengetahuinya. e. Komunikasi keatas menjadikan pimpinan dapat menentukan apakah bawahan menangkap arti seperti yang dia maksudkan dari arus informasi yang ke bawah. f. Komunikasi keatas membantu bawahan mengatasi masalah-masalah pekerjaan mereka dan memperkuat keterlibatan mereka dalam tugas-tugasnya dan organisasi. c. Komunikasi Horisontal (Horizontal Comunication) Apabila terjadi komunikasi diantara anggota kelompok kerja yang sama, diantara kelompok kerja pada tingkat yang sama, diantara manajer pada tingkat yang sama atau antara bagian atau departemen pada tingkat yang sama, atau antara pegawai-pegawai apa saja yang secara horizontal sama dalam hierarki organisasi, maka komunikasi tersebut adalah komunikasi horizontal. Komunikasi horizontal ini sangat inten dilakukan antar bagian yang memiliki tingkat sekuensi kerja yang tinggi, yang dimaksudkan untuk menghemat waktu dan memudahkan melakukan koordinasi yang dapat berlangsung secara formal (hubungan-hubungan kerja dalam pembagian struktur kerja diatur secara formal atau secara informal) untuk mempercepat tindakan. Komunikasi horizontal mempunyai tujuan tertentu diantaranya sebagai berikut : a. Mengkoordinasikan tugas-tugas. Bagian-bagian tertentu yang sama jenjangnya dalam organisasi kadang-kadang perlu mengadakan rapat atau pertemuan untuk mendiskusikan hala-hal yang memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi. b. Saling membagi informasi untuk perencanaan dan aktivitas-aktivitas. c. Memecahkan masalah yang timbul diantara orang-orang yang berada dalam tingkat yang sama. d. Menjamin pemahaman yang sama. Bila perubahan dalam suatu organisasi diusulkan maka perlu ada pemahaman yang sama dari semua komponen yang ada dalam organisasi. e. Mengembangkan sokongan interpersonal. Karena sebagian besar dari waktu kerja adalah berinteraksi dengan teman untuk memperoleh sokongan hubungan interpersonal dari temannya. Di sekolah memang tidak banyak personel kalau di pandang dari personel dewasa, yaitu guru dan pegawai non guru. Namun jika siswa di pandang sebagai pesonel sekolah maka jumlahnya akan menjadi besar. Oleh karena itu komunikasi intern yang baik antar berbagai personel tersebut harus di kembangkan sedemikian rupa untuk mencapai hasil optimal. Kurangnya komunikasi akan mengakibatkan kurangnya hasil yang diwujudkan, bahkan kegagalan pencapaian tujuan. Kepala sekolah mempunyai kewajiban untuk membina komunikasi intern dengan sebaik-baiknya agar para guru dan karyawan lainya mampu bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan dan kinerjanya.

Monday, March 5, 2012

Dzikrul Maut

Ingatlah kematian. Demi Dzat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis. (Rasulullah saw) Ada seorang teman yang rajin beribadah. Sholatnya tak lepas dari linang air mata, tahajud tak pernah putus, bahkan anak dan istrinya pun diajak pula berjamaah di masjid. Selidik punya selidik, ternyata saat itu dia sedang menanggung utang. Di antara ibadah-ibadahnya itu dia selipkan doa-doa agar utangnya segera terlunasi. Selang beberapa lama, alhamdulillah Allah berkenan melunasi utang teman tersebut. Sayangnya begitu utang terlunasi, doanya mulai jarang serta hilang pula motivasi ibadahnya. Awalnya, kalau kehilangan sholat tahajud ia sedih bukan main. Lama-kelamaan ia malah senang karena jadwal tidur menjadi cukup. Sebelum adzan biasanya sudah ke masjid, tapi akhir-akhir ini datang ke mesjid justru ketika adzan. Hari berikutnya ketika adzan tuntas baru selesai wudhu. Lain lagi pada besok harinya, ketika adzan selesai justru masih di rumah, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk sholat di rumah. Saudaraku sahalus-halus kehinaan di sisi Allah adalah tercerabutnya kedekatan kita dengan-Nya. Awalnya terlihat dari menurunnya kualitas ibadah. Ilmu yang dapat membuatnya takut kepada Allah tidak bertambah. Maksiat pun mulai dilakukan. bila Imam Ibnu Athaillah berkata, Rontoknya iman ini akan terjadi pelan-pelan, terkikis-kikis sedikit demi sedikit sampai akhirnya tanpa terasa habis tanpa tersisa. Kalau ibadah sudah tercerabut satu persatu, maka inilah tanda mulai tercerabutnya hidayah dari Allah. Selanjutnya mudah ditebak, ketahanan penjagaan diri menjadi blong, kata-katanya tak lagi terjaga, mata jelalatan tidak terkendali, emosi pun mudah membara. Apalagi tatkala shalat, yang merupakan benteng dari perbuatan keji dan munkar, mulai lambat dilakukan atau bahkan mulai ditinggalkan. Ibadah yang lain nasibnya tak jauh beda, hingga akhirnya meningallah ia dalam keadaan hilang keyakinannya kepada Allah. Inilah yang disebut su’ul khatimah (jelek di akhir), naudzhubillah. Apalah artinya hidup kalau berakhir tragis seperti ini. Kita bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut. Mengingat mati sangat efektif dalam mengerem perbuatan maksiat kita. Bagaimana kalau tiba-tiba kita mati, padahal kita sedang maksiat? Tidak takutkah kita mati su’ul khatimah? Ternyata ingat mati menjadi bagian yang sangat penting setelah doa dan ikhtiar dalam memelihara iman di hati. Rasulullah saw mengingatkan para sahabat untuk mengingat kematian. Suatu hari beliau mendapati sekumpulan orang yang sedang tertawa-tawa. Beliau bersabda, Ingatlah kematian. Demi Dzat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis. Mengingat mati akan membuat kita lebih terkendali. Ada semacam rem untuk tidak melakukan maksiat. Kita pun akan lebih terarahkan untuk melakukan hanya yang bermanfaat saja. Kalau kita lihat para ‘arifin dan salafus shalih, mengingat mati bagi mereka, seumpama seorang pemuda yang menunggu kekasihnya. Di mana seorang kekasih tidak pernah melupakan janji kekasihnya. Menjelang kematiannya, Sahabat Hudzaifah berkata lirih, “Kekasih datang dalam keadaan miskin. Tiadalah beruntung siapa yang menyesali kedatangannya. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa kefakiran lebih aku sukai daripada kaya, sakit lebih aku sukai daripada sehat, dan kematian lebih aku sukai daripada kehidupan, maka mudahkanlah bagiku kematian sehingga aku menemui-Mu. Semoga kita digolongkan Allah SWT sebagai orang yang akan memperoleh khusnul khaatimah sebagai pengendali. (KH Abdullah Gymnastiar) Disunting dari www.syahadat.com

Bagaimana kedudukan DOA orang yang hidup untuk orang yang sudah meninggal.

Adapun perkara yang disepakati oleh para ulama’ ialah si mati akan mendapat manfaat dari doa, istighfar, sedekah dan ibadah-ibadah badaniyah-maliyah yang boleh menerima niyabah (gantian) seperti haji dan puasa. Amalan-amalan tersebut telah disepakati oleh para ulamak bahawa ia akan sampai dan akan memberi manfaat kepada si mati di alam barzakh. Dalil-dalil mereka ialah; 1. Firman Allah: “Dan orang-orang (Islam) yang datang kemudian daripada mereka (berdoa dengan) berkata: "Wahai Tuhan Kami! Ampunkanlah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati perasaan hasad dengki dan dendam terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Amat Melimpah Belas kasihan dan RahmatMu"”. (al-Haysr: 10) Ayat di atas menceritakan tentang sikap orang-orang beriman yang datang kemudian selepas generasi sahabat iaitu mereka mendoakan keampunan untuk diri mereka dan juga orang-orang yang sebelum mereka. Ayat tersebut menjadi dalil bahawa memohon keampunan untuk orang yang telah mati akan memberi manfaat untuknya. 2. Doa Nabi s.a.w. kepada Abi Salamah r.a. ketika kematiannya sebagaimana yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a.: “Rasulullah s.a.w. masuk kepada jenazah Abu Salamah (pada hari kematiannya) dan sesungguhnya matanya terbuka, lalu baginda memejamkannya (yakni baginda menutup kelopak matanya dengan tangan baginda). Kemudian Nabi bersabda: “Sesungguhnya ruh ketika dicabut, diperhatikan oleh mata (yakni ketika ruh ditarik keluar dari badan, mata melihat ke mana ruh pergi)”. Lalu beberapa orang dari keluarganya berpekikan. Maka Nabi bersabda: “Janganlah kamu menyeru kepada mayat-mayat kamu melainkan dengan suatu kebaikan kerana sesungguhnya para malaikat mengaminkan apa yang kamu ucapkan”. Kemudian Nabi s.a.w. berdoa: اللَّهمَّ اغْفِرْ لأَبِي سَلَمَةَ، وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ، وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ “Ya Allah! Berilah keampunan kepada Abi Salamah. Angkatlah darjatnya di kalangan orang-orang yang diberi petunjuk. Jadilah penggantinya bagi anak-anaknya yang masih tinggal. Kurniakanlah keampunan untuk kami dan untuknya, wahai Tuhan sekelian alam. Lapangkanlah untuknya di dalam kuburnya dan terangilah untuknya di dalam kuburnya”. (Riwayat Imam Muslim) Hadis di atas menjadi dalil bahawa doa orang hidup akan memberi manfaat kepada si mati sekalipun doa itu bukan datang dari anaknya. 3. Diriwayatkan dari Saidatina Aishah r.a. menceritakan: “Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w.; ‘Sesungguhnya ibuku telah mati. Aku mendapatinya jika sekiranya ia berpeluang bercakap (ketika hampir matinya) nescaya ia akan bersedekah (yakni menyuruh agar dikeluarkan sedekah dari hartanya). Maka apakah baginya pahala jika aku bersedekah bagi pihaknya?’. Jawab baginda s.a.w.; ‘Ya’. (Riwayat Imam Bukhari dan Muslim) Hadis di atas menjadi dalil bahawa sedekah orang hidup memberi manfaat untuk si mati. 4. Diceritakan oleh Ibnu ‘Abbas r.a.; “Seorang perempuan datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata; “Sesungguhnya ibuku telah mati dan tertanggung di atasnya puasa sebulan”. Lalu baginda bersabda: “Apa pandangan kamu jika tertanggung di atas bahunya suatu hutang, apakah kamu akan membayarnya?’. Jawab perempuan itu: “Ya”. Jawab Nabi: “Maka hutang Allah lebih berhak dibayar”. (Riwayat Imam Muslim) 5. Ibnu ‘Abbas r.a. menceritakan; “Seorang perempuan dari Juhainah datang kepada Nabi s.a.w. dan berkata: ‘Sesungguhnya ibuku telah bernazar untuk menunaikan haji, lalu ia mati sebelum sempat mengerjakannya. Apakah aku boleh mengerjakan untuknya?’. Jawab Nabi; ‘Tunaikanlah haji bagi pihaknya. Bukankah jika ibumu menanggung hutang kamu yang akan membayarnya? Tunaikanlah (hutang dengan Allah) kerana Allah lebih berhak (ditunaikan hutang dengannya)’. (Riwayat Imam Bukhari) Adapun perkara yang diikhtilafkan di antara para ulama’ apakah ia akan sampai kepada si mati atau tidak ialah ibadah-ibadah yang bersifat badaniyah semata-mata seperti bacaan al-Quran, zikir dan sebagainya. Dalam hal ini terdapat dua pandangan; Pertama: Pandangan jumhur ulamak yang terdiri dari ulamak-ulamak mazhab Hanafi, Hanbali dan golongan mutaakhirin dari mazhab Syafi’ie dan mazhab Maliki dan juga Imam Ibnu Taimiyyah. Mereka berpandangan; bacaan al-Quran dan zikir yang dibaca oleh orang hidup kepada si mati adalah sampai kepadanya dan memberi manfaat untuknya. Antara dalil mereka ialah hadis dari Abi Said Al-Khudri r.a yang menceritakan; “Beberapa orang sahabat Nabi telah keluar dalam satu perjalanan. Mereka berhenti di satu kawasan penempatan Arab dan minta jadi tetamu. Namun penduduk kawasan itu enggan untuk menerima mereka sebagai tetamu. Kebetulan ketua bagi penduduk kawasan itu disengat binatang. Mereka telah berusaha mengubatinya dengan pelbagai cara namun tidak berjaya. Lalu beberapa orang di kalangan penduduk itu mencadangkan; ‘Kalau kamu pergi kepada mereka itu (yakni kumpulan sahabat Nabi tadi) mungkin mereka mempunyai sesuatu untuk mengubati ketua kita’. Lalu mereka pergi kepada kumpulan sahabat tadi dan bertanya; ‘Wahai saudara sekelian! Ketua kami disengat binatang. Kami telah berusaha pelbagai cara namun tak berhasil. Adakah di antara kamu yang pandai mengubati?’. Jawab seorang sahabat; ‘Ya, aku boleh menjampi. Akan tetapi kami telah meminta dari kamu semua sebentar tadi untuk menjadi tetamu tetapi kamu sekelian enggan menerima kami. Jadi aku tidak akan menjampinya melainkan jika kamu sanggup memberi sesuatu kepada kami’. Mereka bersetuju untuk memberi hadiah dengan sebahagian daging kambing. Lalu sahabat itu merawati ketua kaum itu dengan menjampinya dengan membaca surah al-Fatihah. Berkat al-Fatihah itu, ketua kaum itu terus sembuh dan bingkas bangun seperti orang yang terlepas dari ikatan, seolah-olah tidak pernah sakit. Apabila sahabat-sahabat tadi ingin membahagikan daging kambing yang dihadiahkan kepada mereka, berkata sahabat yang menjampi tadi; ‘Jangan kita bahagikan lagi sehingga kita bertanya Nabi terlebih dahulu’. Apabila mereka menceritakan kepada Nabi s.a.w., baginda berkata; “Bagaimana kamu tahu bahawa ia (yakni surah al-Fatihah) adalah jampi?”. Baginda berkata lagi ; “Apa yang kamu lakukan itu adalah betul (sah / halal). Bahagikanlah daging itu dan jadikanlah dalam pembahagian itu satu bahagian untukku”. (Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim) Berdasarkan hadis ini, para ulama’ tersebut menyimpulkan; ‘Bacaan al-Quran jika diqasadkan untuk manfaat orang hidup (seperti untuk menyembuhkan penyakit dalam hadis di atas), maka surah itu memberi manfaat kepadanya dan diakui oleh Nabi dengan kata baginda; ‘Bagaimana kamu tahu bahawa ia (yakni surah al-Fatihah) adalah jampi?’, maka tidak ada sebab untuk kita menafikan manfaatnya untuk orang mati, malah ia lebih aula (utama)’. (Lihat; Al-Fiqhul-Islami wa Adillatuhu, Syeikh Wahbah az-Zuhaili, jil. 2, hlm. 552). Selain itu dikiaskan juga masalah ini kepada doa, istighfar, dan sedekah tadi yang disepakati oleh sekelian ulamak bahawa ia akan sampai kepada si mati dan memberi faedah untuknya. Jika doa, istighfar dan sedekah akan sampai kepada si mati maka tidak mustahil bahawa bacaan al-Quran, zikir dan tahlil juga akan sampai dan memberi manfaat kepadanya lebih-lebih lagi jika amalan-amalan tersebut disusuli dengan doa selepasnya. Ini sebagaimana yang disarankan oleh Imam Ibnu as-Sholah; “Hendaklah bacaan al-Quran atau zikir itu diakhiri dengan ucapan: اَللَّهُمَّ أَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ لِفُلاَنٍ “Ya Allah! Sampaikanlah pahala apa yang telah kami bacanya kepada si fulan…”. Di mana dengan ucapan tersebut, kita menjadikannya sebagai doa untuk si mati dan telah dinyatakan tadi bahawa doa orang hidup bermanfaat untuk si mati. Hal ini telah dipersetujui oleh sekelian ulama’. Selain itu bacaan al-Quran dan zikir yang dilakukan untuk si mati dapat juga kita anggap sebagai tawassul dari orang hidup kepada Allah untuk mendoakan kesejahteraan si mati di alam kuburnya. Terdapat nas dari al-Quran dan juga as-Sunnah membenarkan kita bertawassul dengan amal-amal soleh kita untuk memohon agar doa dan permohonan kita di makbulkan Allah. Dalam soheh Imam al-Bukhari dan Muslim terdapat hadis di mana Rasulullah s.a.w. menceritakan kisah tiga orang pemuda yang terperangkap di dalam sebuah gua dan baginda tidak membantah perlakuan mereka yang berdoa dengan bertawassulkan amalan soleh sehinggalah Allah memakbulkan doa mereka dan menyelamatkan mereka dari kecelakaan. (Lihat hadis ini dalam Riyadhus-Salihin, bab al-Ikhlas). Pandangan kedua: Padangan dari golongan awal (mutaqaddimin) dari ulamak-ulamak mazhab Maliki dan Syafi’ie. Mereka berpandangan; bacaan al-Quran dan zikir (serta semua ibadah-ibadah badaniyyah yang lain seperti sembahyang) tidak akan sampai kepada si mati. Pahalanya hanya untuk orang yang melakukannya sahaja, tidak akan sampai kepada si mati. Dalil mereka ialah firman Allah: “Dan bahawa sesungguhnya tidak ada (balasan) bagi seseorang melainkan (balasan) apa yang diusahakannya”. (an-Najm: 38) Namun dijawab oleh ulamak-ulamak yang berpandangan pertama tadi; ayat di atas adalah umum dan keumumannya telah ditakhsiskan oleh hadis-hadis sahih yang menyebutkan tentang doa, istighfar dan sebagainya tadi yang sampai kepada si mati sekalipun bukan datang dari amalan atau usaha darinya. Ada ulamak berpendapat; ayat tersebut ditujukan untuk orang kafir iaitu balasan siksa terhadap mereka tidak lain adalah akibat dari usaha dan perbuatan mereka di dunia. (Lihat; At-Tajul-Jami’ Lil-Ushul Fi Ahadis ar-Rasul, Syeikh Manshur ‘Ali Nashif, jil. 1, hlm. 384, Subulus-Salam, Kitab al-Janaiz dan kitab al-Hajj) Wallahu A’lam. Rujukan; 1. At-Tajul-Jami’ Lil Ushul Fi Ahadis ar-Rasul, Syeikh Mansur Ali Nasif, Dar al-Fikr, Beirut-Lubnan (1992). 2. Subulus-Salam, (Kitab al-Janaiz dan kitab al-Hajj), Dar al-Furqan, Jordan. 3. AL-Fiqh Islami Wa Adillatuhu, Dr. Wahbah az-Zuhaili, Dar al-Fikr, Damsyiq-Syria (1985).

Friday, February 24, 2012

Ini Alasan Kenapa Harus Minum Kopi

Ghiboo.com - Dibalik semua efek negatif yang ditimbulkan dari pengonsumsian kopi secara berlebihan, seperti insomnia, ternyata kopi memiliki sifat unik, yaitu mengandung antioksidan yang lebih kuat dibandingkan makanan lain. Dalam sebuah penelitian, manfaat kopi yang diminum dengan sedikit gula bisa memberikan efek positif yang lebih banyak daripada efek negatifnya. Berikut ini beberapa manfaat unik yang bakal Anda dapatkan dari mengonsumsi kopi. Menurunkan risiko diabetes tipe 2 Beberapa hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, para penikmat kopi tanpa gula memiliki risiko rendah terkena diabetes tipe 2. Menurut sebuah hasil penelitian, wanita menopause yang minum setidaknya 4 cangkir kopi sehari mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 hinga 50 persen. Peneliti dari Huazhong University of Scince and Technology menemukan sedikitnya tiga kandungan senyawa alami terkandung dalam kopi, yaitu kafein, asam kafeik dan asam klorogenik. Tiga senyawa inilah yang berjasa menangkal perkembangan racun dari protein terkait risiko diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, namun senyawa dalam kopi bekerja untuk mencegah proses produksi sel insulin dari kehancuran. Bahkan, manfaat kopi decaffein (kopi dengan kadar kafein rendah) bekerja lebih baik menurunkan risiko diabetes tipe 2. Konsumsi kopi juga meningkatkan kadar protein yang disebut hormon seks pengikat globulin dalam darah (sex hormone binding globulin/SHBG), yang memberikan perlindungan terhadap diabetes tipe 2 pada orang yang memiliki jenis tertentu dari mutasi genetik. Melawan sel kanker Menurut Prof. Takayuki Shibamoto, ahli toksikologi lingkungan dari Universitas California, Amerika, menyatakan kopi yang baru diseduh akan memproduksi antioksidan yang penting untuk kesehatan. Para peneliti mengatakan bahwa antioksidan dapat merusak DNA dan membran-membran sel sehingga dapat menyebabkan kanker. Pada tahun 2011, peneliti Harvard menemukan bahwa perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium (kanker rahim). Penelitian lain pada tahun 2011 di Harvard menunjukkan, pria yang mengkonsumsi 6 cangkir kopi sehari, memiliki 60 persen lebih rendah terkena kanker prostat, dan 20 persen lebih rendah terkena jenis dari kanker prostat. Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya juga mengaitkan minum kopi dengan penurunan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker mulut dan kanker kerongkongan. Kopi mengandung ratusan senyawa kimia, seperti senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan penanda untuk proses kerusakan peradangan. Methylpyridinium, senyawa antioksidan yang sangat aktif karena proses pemanggangan biji kopi, ditemukan hampir dalam semua kopi. Bahkan espresso memiliki 2-3 kali jumlah senyawa antikanker. Menurunkan risiko demensia Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Tetapi para ilmuwan belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia dan kebiasaan minum kopi hangat tampaknya dapat menurunkan risiko. Orang yang mengonsumsi 3-5 cangkir kopi sehari 65 persen lebih rendah untuk mengembangkan demensia. Para peneliti percaya sifat antioksidan dari kopi dapat bekerja untuk mengurangi bentuk demensia vaskular. Minum kopi sudah dikenal melindungi terhadap diabetes tipe 2, penyakit kronis yang meningkatkan risiko demensia. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan efisiensi penghalang darah otak, menggagalkan efek negatif dari kolesterol tinggi pada fungsi kognitif. Ada juga kemungkinan bahwa peminum kopi memiliki lebih banyak energi dan bergerak lebih. Peneliti menunjukkan bahwa olahraga juga merupakan pelindung terhadap demensia. Melindungi dari penyakit Parkinson Kopi membantu menurunkan risiko penyakit Parkinson bagi kaum pria. Pria yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi berkafein setiap hari memiliki risiko 25 persen lebih rendah dari Parkinson, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi atau sedikit minum kopi. Awalnya, peneliti tidak yakin jika kafein cukup bermanfaat melindungi pria dari parkinson. Namun, sebuah riset menemukan sebuah gen yang disebut GRIN2A, yang tampaknya melindungi penikmat kopi dari serangan penyakit Parkinson. Cegah risiko depresi Menurut sebuah hasil penelitian, mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko depresi. Para peneliti dari Harvard School of Public Health melaporkan, orang yang minum 4 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah mengalami depresi. Sementara orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi sehari memiliki risiko 15 persen lebih rendah. Ada juga beberapa bukti bahwa kopi melindungi pria dari depresi. Kafein dalam kopi dapat meningkatkan energi dan mood meski dalam jangka pendek. Para peneliti Harvard juga melihat penurunan serupa pada orang depresi yang mengonsumsi minuman ringan berkafein. (Berbagai Sumber)

Thursday, February 16, 2012

Bahan pendalaman Materi berupa soal prediksi Ujian Nasional Matematika SMA Berdasarkan SKL Tahun 2012.

Silahkan unduh disini

Soal Prediksi Ujian Nasional SMA Bahasa Indonesia 2012

Sebagaibahan pendalaman materi dan untuk mencapai nilai maksimal Ujian Nasional sebaiknya anda berlatih dengan soal-soal yang sesuai dengan SKL, kami hadir membantu anda untuk mendapatkan bahan-bahan Pendalaman Materi berupa soal-soal prediksi UN tahun 2012, bebebrapa sudah kami posting, dan silahkan unduh untuk soal prediksi Bahasa Indonesia SMA disini.

Prediksi Soal Ujian Nasional SMA Mapel Geografi 2012

Silahkan di download disini

Soal Prediksi Ujian Nasional Fisika SMA 2012

Silahkan kalian unduh di sini Soal ini di buat berdasarkan SKL UN Tahun 2012 dan tingkat kemiripan dengan soal ujian nasional mencapai 80 %, silahkan di coba.

Rahasia Do’a Mengatasi Hutang

Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353) Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang. Pertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias berseduih hati. Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan. Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.” Keempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa fihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera. Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang. Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk dosa besar. Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam mengharamkan berhutang. Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat terpanjang di dalam Al-Qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surah Al-Baqarah ayat 282. Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu didatangi anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu ia berkata kepadanya ”Nak, aku tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya pinjamkan dari Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis memo kepada pemegang kunci Biatul Maal yang isinya: ”Wahai bendahara, tolong keluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.” Maka memo tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. ”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas ini untuk disampaikan kepadamu.” Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi memo balasan itu. Isinya ”Wahai Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung beristighfar dan menyuruh anaknya pulang...!